Saat Pelepah Pisang "Disulap" BRIN Jadi Wadah Makanan

21 Oktober 2025 20:23 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
clock
Diperbarui 17 November 2025 17:38 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saat Pelepah Pisang "Disulap" BRIN Jadi Wadah Makanan
Wadah makanan kini tidak harus dari plastik, sebab peneliti BRIN telah mengembangkan bahan baku alternatif untuk pembuatan wadah makanan yang lebih ramah lingkungan.
kumparanNEWS
Tim periset BRIN memanfaatkan teknologi biomassa untuk mengubah serat tumbuhan menjadi wadah atau kemasan yang aman bagi alam. Foto: Dok. Instagram/@brin_indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Tim periset BRIN memanfaatkan teknologi biomassa untuk mengubah serat tumbuhan menjadi wadah atau kemasan yang aman bagi alam. Foto: Dok. Instagram/@brin_indonesia
Wadah makanan kini tidak harus dari plastik, sebab peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan bahan baku alternatif untuk pembuatan wadah makanan. Bahan alternatif itu salah satunya dari pelepah pisang.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Sukma Surya Kusumah, mengatakan inovasi ini memanfaatkan teknologi biomassa, dengan mengubah berbagai serat dari tumbuhan menjadi material untuk wadah atau kemasan yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu bisa ikut mengurangi sampah plastik.
โ€œFood container berbasis pelepah pisang sangat aman digunakan untuk produk-produk kering. Secara pengujian migrasi tidak menyebabkan perpindahan bahan kimia yang ada di dalam food container ke dalam produk makanan, karena sudah melalui proses untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang berbahaya di dalam pelepah pisang itu sendiri,โ€ kata Sukma dikutip dari situs BRIN, Kamis (21/10).
Sukma menjelaskan, wadah makanan berbasis bahan serat atau lignocellulosa fiber juga bisa diperoleh dari berbagai tumbuhan lainnya selain batang pelepah pisang, seperti pelepah pinang, serat nanas, serat kenaf, dan tanaman jagung. Tumbuhan tersebut pada dasarnya mengandung serat atau selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan penguat untuk wadah makanan.
Tim periset BRIN memanfaatkan teknologi biomassa untuk mengubah serat tumbuhan menjadi wadah atau kemasan yang aman bagi alam. Foto: Dok. Instagram/@brin_indonesia
Sukma telah mengembangkan perekat berbahan alam yaitu kitosan untuk membuat wadah makanan tersebut. Kitosan bisa diperoleh dari cangkang kepiting, udang, tulang ataupun sirip ikan, sehingga sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya untuk kesehatan.
โ€œSecara komersial, food container berbasis pelepah pisang ini belum dimanfaatkan oleh industri secara luas. Akan tetapi, secara teknologi, komposit untuk pembuatan food container yang menggunakan bahan alam lainnya-salah satunya pelepah pinang-sudah dimanfaatkan oleh mitra industri kami, yaitu PT Jentera Garda Futura, dan sudah dijual di Jakarta, Bandung, dan Bali,โ€ tuturnya.
Sukma mengatakan, kebanyakan wadah atau kemasan makanan yang dikenal masyarakat saat ini berbahan gabus sintetis, plastik, dan karton yang tidak ramah lingkungan. Sementara dengan wadah makanan berbahan alam seperti pelepah pisang hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk terurai.
โ€œKeunggulan food container berbasis batang pelepah pisang adalah pertama ramah lingkungan, kedua, mudah terdegradasi, ketiga, bahan baku melimpah sehingga mudah diperoleh dan lebih murah karena batang pohon yang sudah tidak produktif ini belum dimanfaatkan secara optimal,โ€ jelasnya.
Meski begitu, wadah makanan berbahan pelepah pisang tersebut masih perlu pengembangan lebih lanjut terutama terkait keawetannya, karena hanya satu kali pakai.
โ€œTantangannya adalah bagaimana bisa meningkatkan kemampuan food container ini lebih dari satu kali pemakaian, seperti produk food container berbasis plastik konvensional. Oleh karena itu, perlu penerapan teknologi coating dalam pembuatan food container sehingga bisa dipakai beberapa kali seperti produk food container berbasis plastik konvensional,โ€ pungkasnya.
Trending Now