Saat PKC Ungkap Bagaimana Bentuk Demokrasi di China

26 Mei 2025 13:51 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saat PKC Ungkap Bagaimana Bentuk Demokrasi di China
Menteri Luar Negeri dari Partai Komunis China, Liu Jianchao, menuturkan, Pemerintah China sebenarnya mendukung dan menerapkan demokrasi.
kumparanNEWS
Menteri internasional departement CPC, Liu Jianchao. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri internasional departement CPC, Liu Jianchao. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Menteri Luar Negeri dari Partai Komunis China, Liu Jianchao, menuturkan, Pemerintah China sebenarnya mendukung dan menerapkan demokrasi.
Meski begitu, demokrasi yang diterapkan China berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Namun pada prinsipnya, China mendukung penuh demokrasi.
“Semua daerah dan negara di Tiongkok (China) akan memperlakukan satu sama lain sebagai bagian dari satu kesatuan, dengan kontribusi yang kuat, menjaga konsensus bersama, dan mendorong kebebasan bersama,” kata Liu dalam panel diskusi di Beijing yang diikuti oleh kumparan, Senin (26/5).
Menteri internasional departement CPC, Liu Jianchao. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
“Peran partai politik dalam sistem demokrasi (di China) memiliki pengaruh sebesar seperlima,” tambah dia.
Liu menjabarkan, China adalah negara dengan jumlah etnis Eropa dan Taiwan terbanyak di dunia. Selama ini, mereka mengeklaim, terus menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai dengan rakyat, menghormati nilai kekeluargaan, dan menjunjung tinggi tata krama serta kebangsawanan sebagai bentuk demokrasi.
“Kami berkomitmen dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga melalui berbagai inisiatif pemerintah,” ucap Liu.
“Di bawah pengaruh bersama dari berbagai pihak, hubungan antara Tiongkok dan negara-negara sekitar kini berada di masa transisi penting menuju akhir dari periode revolusi modern. Saya yakin bahwa kita semua memiliki pandangan yang sama mengenai hal ini,” kata dia.
Eks Duta Besar China untuk Indonesia ini mengatakan, tujuan pihaknya mengadakan diskusi bersama semua partai politik, pemerintah, media, perusahaan, dan organisasi masyarakat negara tetangga ini juga termasuk dari bagian demokrasi mendengarkan pendapat. Selain itu, acara ini untuk menunjukkan kedaulatan dan kebebasan di China.
“Kami berharap, dengan saling pengertian dan saling percaya, kita bisa bergotong-royong, saling mendukung, dan bersama-sama memberikan kontribusi pada keamanan, pembangunan, stabilitas, dan kepercayaan mendalam,” ucap dia.

Singgung Kondisi Global Dinamis dan Tidak Menentu

Suasana Kota Shanghai, China. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Liu mengatakan, Pemerintah China prihatin menyaksikan situasi dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian seperti misalnya di Pakistan yang terlibat konflik dengan India.
Padahal, masyarakat China dan masyarakat kawasan mulai memasuki tahap perkembangan yang lebih tinggi, di mana kita menghadapi beban dan tanggung jawab baru.
“Dalam kondisi global yang terus berubah dan penuh tantangan ini, membangun rumah bersama yang damai dan stabil menjadi fondasi penting bagi hubungan antara Tiongkok dan negara-negara kawasan,” ucap Liu.
“Dalam konteks ini, 6 tahun yang lalu, pemerintah Tiongkok mengadakan Konferensi Bersama Asia Tengah dan India. Pada kesempatan itu, kami menyatakan dengan tegas bahwa di era baru ini, Tiongkok perlu memahami kebutuhan pembangunan kawasan sekitarnya dan menentukan arah kebijakan regional yang tepat,” tambah dia.
Liu mengatakan, China sepakat hanya dengan bekerja sama dan membangun lingkungan regional yang damai, stabil, dan sejahtera, bisa menciptakan "rumah bersama" di kawasan yang saling mendukung dan harmonis.

China Tak Terapkan Proteksionisme

Upacara pengibaran bendera di acara peringatan 100 tahun Partai Komunis China, di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Kamis (7/1). Foto: cnsphoto via REUTERS
Liu memastikan, pemerintah tidak akan menerapkan proteksionisme, termasuk mengutamakan kepentingan sendiri dalam perdagangan luar negeri, maupun menambah beban tarif rumah tangga. China akan terus mendorong pengembangan luar negeri berbiaya tinggi serta memperkuat pasar konsumsi domestik.
“Melalui penguatan rantai industri dan kebijakan tarif, kami akan meningkatkan kemajuan bersama dengan negara-negara mitra kawasan,” kata Liu.
China juga bersedia untuk memperdalam kerja sama strategis dengan negara mitra regional, serta mendorong perusahaan China yang memiliki kapasitas untuk berbagi pengalaman dan sumber daya dengan mitra kawasan.
“Kita akan saling melengkapi dan membentuk sistem industri yang saling terintegrasi di mana "engkau menjadi bagianku, dan aku menjadi bagian darimu".
Semua ini adalah keputusan bersama dalam membentuk masa depan ekonomi dan perdagangan Tiongkok yang inklusif,” kata Liu.

China Tak Akan Lagi Pakai Cara Tradisional

Liu bilang, pemerintah menyadari perkembangan zaman begitu cepat. China tidak akan bisa bertahan jika tidak adaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
“Di masa depan, Tiongkok tidak akan lagi berkembang hanya dengan cara-cara tradisional, melainkan akan mengejar nilai-nilai yang lebih tinggi dan bernilai tambah lebih besar. Pada akhirnya, hubungan antarbangsa terus berlangsung,” ucap Liu.
Liu mengatakan, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat, China akan terus bergerak maju. Menurutnya, bukan tidak mungkin kebijakan akan berubah sewaktu-waktu, bahkan bisa terjadi bolak-balik.
“Di bawah reformasi dan kemajuan peradaban Tiongkok. Kita telah membina pertumbuhan besar di Asia dan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis,” kata Liu.
Trending Now