Salah Paham, Perempuan Numpang Tidur Marah-marah di Masjid Jogokariyan
5 November 2025 14:07 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Salah Paham, Perempuan Numpang Tidur Marah-marah di Masjid Jogokariyan
Pengurus Masjid Jogokariyan, Gita Welly Aryadi, menjelaskan duduk permasalahan kesalahpahaman ini.kumparanNEWS

Seorang perempuan marah-marah di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta. Perempuan tersebut mengaku diusir saat menginap di sana. Video ribut-ribut itu viral di media sosial.
Pengurus Masjid Jogokariyan, Gita Welly Aryadi, menjelaskan duduk permasalahan kesalahpahaman ini. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/11) lalu.
"SOP untuk sekuriti kalau ada musafir yang putri itu terus diarahkan ke atas, ke aula lantai 3 untuk istirahat di sana," kata Gita Welly ditemui, Rabu (5/11).
Gita mengatakan dari CCTV perempuan tersebut belum begitu lama istirahat di aula masjid di lantai 3. Lalu datang ibu-ibu membangunkan karena akan menggunakan aula untuk acara.
"Kalau weekend digunakan untuk acara," bebernya.
Lalu, perempuan tersebut turun ke lantai 2 masjid dan beristirahat dari jam 07.00 sampai 10.00 WIB. Saat itu tak ada yang menyuruh perempuan tersebut turun.
"Di lantai 2 itu di CCTV sudah tidur lumayan lama. 2 jam ada," katanya.
Kemudian perempuan tersebut turun sendiri ke lantai 1. Kebetulan lantai 1 saat itu akan dibersihkan dengan vacum cleaner. Waktu juga sudah menjelang zuhur.
"Maka diarahkan sama sekuriti untuk tempat yang lebih nyaman yang tidak dipakai salat. Terus kejadian itu marah-marah itu. Dia mungkin masih ingat yang pertama kali mungkin kecewanya pas di lantai 3 mungkin belum sampai nyenyak. Tapi di lantai 2 juga sudah istirahat," katanya.
Sekuriti kemudian mengatur lalu lintas di perempatan karena ada kemacetan. Ketika kembali, perempuan tersebut sudah pergi meninggalkan masjid.
Menurut informasi dari sekuriti, perempuan tersebut dari Medan. "Katanya nunggu transfer saudaranya. Kita kurang paham. Kalau dari perkataannya seperti itu," katanya.
Terkait peristiwa kemarin, Masjid Jogokariyan menyampaikan permintaan maaf jika belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik.
"Kita juga minta maaf kalau ada kesalahan kekurangan dalam hal pelayanan," bebernya.
Masjid Ramah Musafir
Masjid Jogokariyan dikenal sebagai masjid ramah musafir. Setiap orang dipersilakan untuk istirahat di masjid ini.
"Cukup lapor sekuriti nanti ditempatkan katanya," jelasnya.
Gita mengatakan musafir perempuan ditempatkan di aula lantai 3 masjid. Lalu musafir laki-laki ditempatkan di selasar lantai 2 masjid.
"Jika lantai 3 digunakan acara diberi tempat di lantai 1. Di luar masjid yang tidak untuk salat," bebernya.
Selama tidak di titik area salat inti, musafir dipersilakan untuk istirahat. "Kemarin kan posisi di tempat untuk salat," bebernya.
Tak hanya musafir, banyak pula pekerja yang kerap mampir ke Masjid Jogokariyan tak hanya untuk ibadah tetapi juga beristirahat.
Masjid Jogokariyan juga selalu buka 24 jam setiap harinya.
"Ini masjid terbuka. Masjid buka 24 jam tidak ditutup kemudian ya kita jadikan masjid bukan hanya tempat beribadah saja tetapi pelayanan-pelayanan termasuk kalau ada yang musafir dan lain-lain bisa di sini," katanya.
Di lantai 3 juga ada kamar-kamar yang dijadikan hotel. Ini adalah badan usaha milik masjid.
"Jika ingin yang lebih nyaman kita ada hotelnya di lantai 3. Badan usaha milik masjid. Hasilnya pemanfaatannya untuk operasional masjid," tuturnya.
