Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Rapat Perdana Bareng 14 K/L di Aceh
6 Januari 2026 11:10 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Rapat Perdana Bareng 14 K/L di Aceh
Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana yang dibentuk DPR RI menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi perdana bersama 14 perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah pusat.kumparanNEWS

Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana yang dibentuk DPR RI menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi perdana bersama 14 perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah pusat di Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana), Aceh, pada Senin (5/1).
Rapat dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid. Rapat turut dihadiri para Person in Charge (PIC) dari kementerian/lembaga yang ditunjuk untuk bertugas di Aceh.
Berikut daftar kementerian/lembaga yang hadir:
TA Khalid menjelaskan, rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar pada 30 Desember 2025 di Banda Aceh, yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dalam rangka penanganan dan pemulihan banjir di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.
βPara PIC yang hadir hari ini akan menjadi penghubung utama antara kementerian/lembaga dengan Satgas DPR RI dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu,β ujar TA Khalid dalam keterangannya, Selasa (6/1).
Satgas bersama para PIC membahas mekanisme pengumpulan, perumusan, serta pengolahan data dan laporan lapangan yang bersumber dari relawan, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah. Data tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan percepatan tindak lanjut pemulihan.
TA Khalid menegaskan, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan terus mengawal koordinasi lintas sektor, memantau perkembangan di lapangan, serta memastikan seluruh rekomendasi dan program pemulihan dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat terdampak, khususnya di Aceh.
βDengan mulai berkantornya 14 PIC kementerian/lembaga di Posko Galapana, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung,β jelasnya.
Khalid menambahkan, pola kerja terintegrasi akan membuat proses pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
