Satgas PKH Telusuri Pelanggaran di Balik Hamparan Kayu Terbawa Banjir Sumatera

3 Desember 2025 15:31 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas PKH Telusuri Pelanggaran di Balik Hamparan Kayu Terbawa Banjir Sumatera
Menteri Koordinator PMK Pratikno mengatakan saat ini pemerintah sedang menelusuri kemunculan gelondongan kayu yang terbawa longsor dan banjir Sumatera.
kumparanNEWS
Kayu-kayu diduga hanyut dari Sibolga memenuhi pesisir desa Bawozaua, Nias Selatan, pada Minggu (30/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kayu-kayu diduga hanyut dari Sibolga memenuhi pesisir desa Bawozaua, Nias Selatan, pada Minggu (30/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
Menteri Koordinator PMK Pratikno mengatakan saat ini pemerintah sedang menelusuri kemunculan gelondongan kayu yang terbawa longsor dan banjir Sumatera. Kayu-kayu itu kini banyak menghiasi sejumlah wilayah, baik di darat hingga di laut.
Penelusuran asal muasal kayu itu dilakukan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
"Saat ini Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir," kata Pratikno dalam konferensi pers bersama di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu (3/12).
Seorang perempuan berjalan di antara batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Pratikno mengatakan, pemerintah menelusuri dugaan adanya pembalakan liar. Penelusuran dibantu dengan citra satelit.
"Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit," kata dia.
Pada bencana banjir dan longsor yang terjadi, tak hanya air dan lumpur yang mengalir ke pemukiman warga, tapi kayu-kayu besar gelondongan juga terlihat. Hal ini menjadi dugaan terjadinya bencana ekologis itu akibat adanya kawasan hutan yang rusak.
Trending Now