Satgas Rehabilitasi Ingin Pakai Lumpur untuk Tanggul Sungai-Kayu Buat Huntap

8 Januari 2026 16:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas Rehabilitasi Ingin Pakai Lumpur untuk Tanggul Sungai-Kayu Buat Huntap
Ketua Satgas Rehabilitasi yang juga Mendagti Tito mengatakan telah berkomunikasi dengan Manhan Sjafrie terkait pemanfaatan lumpur dan kayu gelondongan itu.
kumparanNEWS
Mendagri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera, Tito Karnavian bersama Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menggelar konferensi pers terkait percepatan rehabilitasi bencana Sumatera di Kantor Kemendagri pada Kamis (8/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera, Tito Karnavian bersama Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menggelar konferensi pers terkait percepatan rehabilitasi bencana Sumatera di Kantor Kemendagri pada Kamis (8/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Satuan tugas (Satgas) Rehabilitasi pascabencana Sumatera berencana memanfaatkan lumpur sisa banjir dan longsor serta gelondongan kayu untuk merehabilitasi lokasi terdampak bencana.
Ketua Satgas Rehabilitasi sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin terkait pemanfaatan lumpur tersebut.
β€œDiskusi kami dengan Pak Menhan beliau ingin agar ini digunakan sebagai tanggul. Tanggul karena kan ini banyak yang tanggul yang sudah apa, sungai kemudian sedimen ya otomatis dangkal,” ungkap Tito kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Kamis (8/1).
Tito mengatakan, tanggul dari sedimen lumpur itu diharapkan bisa menjadi tembok penghalang apabila terjadi bencana serupa.
Prajurit TNI membersihkan lumpur di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
β€œPak Menhan berpendapat menyarankan supaya lumpurnya dipakai untuk jadikan tanggul untuk memperkuat jangan sampai nanti kalau ada banjir, air lagi kemudian tumpah ke kiri kanan gitu,” jelasnya.
Sementara kayu gelondongan, Tito menyebut, ingin dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan hunian tetap.
β€œKalau untuk pemanfaatan kayu itu lebih banyak mungkin diprioritaskan apa namanya itu untuk pembangunan, untuk pembangunan rumah-rumah hunian tetap (huntap) nantinya itu,” tuturnya.
Warga membersihkan rumah dari lumpur dan puing kayu yang terbawa banjir dan tanah longsor di Desa Toweren Uken, Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh, Jumat (2//1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Tito mengungkapkan, selain hunian tetap, kayu-kayu gelondongan juga saat ini sudah mulai digunakan warga untuk memperbaiki rumah maupun tempat ibadah yang rusak akibat diterjang banjir dan longsor.
β€œSaya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat untuk ada yang memperbaiki rumahnya, dipotong-potong ada yang juga yang untuk bangun pagarnya,” pungkasnya.
Trending Now