Satpam Soal Rumah Hakim PN Medan Terbakar: Jam hingga Baju Dinas Hangus
5 November 2025 18:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Satpam Soal Rumah Hakim PN Medan Terbakar: Jam hingga Baju Dinas Hangus
Rumah milik seorang hakim di Pengadilan Negeri Medan, bernama Khamozaro Waruhu (56 tahun) terbakar pada Selasa (4/11) sekitar pukul 10.41 WIB. kumparanNEWS

Rumah milik seorang hakim di Pengadilan Negeri Medan, bernama Khamozaro Waruhu (56 tahun) terbakar pada Selasa (4/11) sekitar pukul 10.41 WIB. Rumah itu berada di Kompleks Taman Harapan Indah, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
Satpam Kompleks, Halomoan Panjaitan (52) mengatakan percikan api berasal dari kabel listrik yang korslet.
"Kami tahunya listrik terbakar dari kabel yang di atas. Karena di sini kebanyakan ada tikus. Kabel lampu, yang di atas plafon, tikus di sini banyak," kata Halomoan saat diwawancarai di kediaman Hakim Khamozaro Waruhu, Medan, Rabu (5/11).
Halomoan mengatakan saat kebakaran itu terjadi, kondisi rumah tidak berpenghuni. Ia mengatakan ruang kamar telah terbakar dan menghanguskan beberapa barang pribadi milik hakim Khamozaro.
"Kosong, engga ada sama sekali orang. Kamar saja (terbakar), yang lain engga ada. Cumanya baju habis semua, spring bed (tempat tidur) habis, bahkan jam, baju dinas bapak ini habis," ujar Halomoan.
Halomoan mengatakan informasi itu awalnya diketahui oleh penjual nasi keliling.
"Kami tahunya yang (tukang jual) nasi rantang tadi 'bang itu ada berasap rumahnya. Sudah itu kami tadi pas ngumpul, kumpul di pos langsung tengok asap, langsung terbang (pergi) ke sini nengok. Kami dobrak lah pintu rumah depan. Api sudah masuk, besar," ucapnya.
Menurutnya tidak ada suara ledakan yang terdengar dari rumah Hakim Khamozaro. "Enggak ada (ledakan), kami pas itu lari cepat. Kami tahunya listrik terbakar dari kabel yang di atas," katanya.
Dalam perumahan tersebut tidak tersedia CCTV di pos penjaga dan juga di sekitaran jalan blok perumahan.
"Kalau depan pos ini enggak ada. Enggak ada CCTV, cuma CCTV C18 ini berfungsi atau engga kami enggak tahu," ucap Halomoan.
Menurut Halomoan, tidak ada orang yang mencurigakan di kompleks tersebut, karena selalu ada petugas yang berjaga.
"Alhamdulillahnya, aku selama 13 tahun di sini enggak ada (mencurigakan). Karena anteng-anteng aja," katanya.
