Satu Keluarga di Pekanbaru Kompak Mengemis, Ternyata Punya Rumah

26 Oktober 2025 19:43 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satu Keluarga di Pekanbaru Kompak Mengemis, Ternyata Punya Rumah
Dinsos Pekanbaru mengamankan keluarga tersebut dan diberikan pembinaan.
kumparanNEWS
Satu keluarga di Pekanbaru diamankan Dinsos Pekanbaru karena mengemis. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Satu keluarga di Pekanbaru diamankan Dinsos Pekanbaru karena mengemis. Foto: Dok. Istimewa
Satu keluarga di Pekanbaru memilih menjadi pengemis meski memiliki tempat tinggal. Keberadaannya disorot publik karena bikin resah.
Satu keluarga itu terdiri dari seorang ibu, adik laki-laki si ibu, seorang wanita hamil, serta dua anak kecil yang diduga anak dari wanita hamil tersebut.
Mereka kerap terlihat meminta-minta di sepanjang Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Selain itu juga kerap tidur di emperan toko warga.
β€œAwalnya saya kira pria itu suami wanita yang hamil, tapi ternyata dia mengaku sebagai paman, adik dari ibu wanita hamil tersebut,” ujar seorang warga Indy Annisa Armaz, dikutip Minggu (26/10).
Menurut Indy, keluarga itu hampir setiap hari meminta-minta kepada pedagang dan warga sekitar. Warga mengeluh karena setelah diberi uang atau makanan, mereka kerap kembali meminta lagi.
Menanggapi laporan warga, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru kemudian bergerak untuk melakukan penelusuran. Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, mengungkapkan bahwa timnya telah menemukan dan menangani keluarga tersebut.
β€œTim kami sudah melakukan penjangkauan, membawa mereka ke kantor untuk pendataan dan asesmen. Ternyata keluarga ini sering berpindah-pindah tempat. Meski sempat mengaku tidak memiliki rumah di Pekanbaru untuk menarik simpati, faktanya mereka memiliki tempat tinggal,” ujar Zulfahmi.
Dari hasil penelusuran, keluarga tersebut diketahui bertempat tinggal di Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Tim Dinsos bersama lurah serta perangkat RT dan RW setempat kemudian mengantarkan mereka kembali ke rumahnya untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
Dalam proses mediasi, pihak kelurahan berkomitmen membantu keluarga ini dalam pengurusan identitas kependudukan. Selain itu, Dinsos juga berencana mengusulkan data keluarga tersebut ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar mereka bisa menerima bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Zulfahmi menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya Dinsos untuk memberikan penanganan yang tepat, manusiawi, dan berkelanjutan bagi warga yang membutuhkan.
β€œKami ingin memastikan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada razia, tetapi juga ada solusi jangka panjang agar mereka tidak kembali ke jalan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memberikan uang di jalan, melainkan melaporkan kasus serupa kepada Dinsos agar bisa ditangani secara profesional dan sesuai prosedur.
β€œKalau ada warga yang menemukan kasus seperti ini, segera laporkan ke Dinsos. Kami siap turun untuk menindaklanjuti,” pungkas Zulfahmi.
Trending Now