SDN Nglarang Terdampak Proyek Tol Yogya-Solo, Wali Murid Datangi Kantor Lurah
10 November 2025 15:36 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
SDN Nglarang Terdampak Proyek Tol Yogya-Solo, Wali Murid Datangi Kantor Lurah
SDN Nglarang di Kabupaten Sleman terdampak proyek Tol Yogya-Solo, wali murid lalu mendatangi kantor lurah menuntut pembangunan gedung baru.kumparanNEWS

Wali murid SDN Nglarang mendatangi kantor Kelurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (10/11). Mereka menuntut gedung SD baru segera dibangun.
SDN Nglarang jadi salah satu bangunan yang terdampak Tol Yogya-Solo.
Para wali murid datang dengan membawa spanduk seperti "STOP JADIKAN ANAK-ANAK KAMI TUMBAL PROYEK TOL!!!" hingga "JANGAN GUSUR SEKOLAH KAMI SEBELUM KAMI MENDAPATKAN GEDUNG YANG BARU!!!".
Seorang wali murid, Sudarto, mengatakan siswa SDN Nglarang sudah 2 tahun terdampak pembangunan tol. Mulai dari debu yang bikin batuk, bising yang mengganggu konsentrasi belajar, hingga jalan yang becek saat hujan.
Namun, gedung baru yang rencananya dibangun sekitar 500 meter dari SD tak kunjung terealisasikan.
"Sudah menunggu 2 tahun. Berlarut-larut sampai pertemuan ke-15 kali," kata Sudarto ditemui di Kalurahan Tlogoadi.
Namun pada kenyataannya tanah yang digunakan untuk gedung baru terkendala perizinan karena masuk kategori tanah LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
"Sehingga memerlukan izin atau proses yang sangat panjang. Akan tetapi dalam waktu 2 tahun itu tidak ada keterangannya bagaimana perkembangan progres. Hanya diam saja. Mendekati limit waktu ini ternyata baru ada reaksi dari Jasa Marga atau dinas terkait," katanya.
"Seperti kemarin menghendaki akan dibuat shelter atau dibuat benteng yang sifatnya hanya untuk menjaga jarak membentengi safety keamanan murid-murid dari (proyek) tol," katanya.
Akan tetapi dinding seperti itu tak menjamin murid bebas dari kebisingan pembangunan tol.
Maka dari itu Sudarto dan wali murid lain meminta agar pihak terkait mengurus izin ke pusat dan gedung baru bisa segera dibangun.
"Agar bekerja keras perizinan ini cepat. Tidak ada yang tidak mungkin. Jelas bisa terselesaikan," bebernya.
"Lahan pengganti itu sekitar 6.000 meter persegi. Tempatnya ideal tinggal perizinan itu," katanya.
Murid Kerap Sakit
Sudarto mengatakan akibat debu proyek banyak murid yang sakit.
"Bising, debu, getaran tanah itu, jalan kalau pas hujan tanah licin," bebernya.
"Kemarin 1 hari itu izin 12 anak tidak masuk. 12 anak sudah sebuh, disusul lagi 2 anak, disusul lagi 3 anak," katanya.
Suprihatin, wali murid lain, mengatakan para ornag tua sepakat tidak mau anaknya belajar di shelter.
"Kita enggak mau. Kita tetap nunggu gedung yang baru. Kita tetap nunggu izinnya (lahan) bapak-bapak itu yang ngurus," kata Suprihatin.
Dia juga mengakui banyak anak yang sakit karena terdampak pembangunan tol.
"Kita nggak minta ganti. Nggak minta kompensasi nggak papa. Yang penting tolong dibuatkan gedung baru jangan dipersulit," katanya.
Di sisi lain selama murid masih bersekolah di gedung lama, Suprihatin minta agar mereka diberi masker.
"Tolong ditengok anak-anak keadaannya bagaimana," katanya.
Kata Pihak Tol
Staf Ahli Direksi PT JMJ Bidang Pengadaan Tanah, Muhammad Amin, yang hadir dalam pertemuan dengan wali murid mengatakan trase mengenai SDN Nglarang karena desain sudah dari pusat.
Dia mengatakan dari pertengahan 2024 pihaknya telah menghadap dinas terkait dan diarahkan untuk membuat desain gedung sekolah yang baru. Desain sudah jadi dan sudah mau kontrak.
"Di tengah jalan kontrak pengadaan kita berhentikan karena tanah yang disediakan belum ada izin LSD dan LP2B belum beres. Kalau kita bangun sekolah yang LSD dan LP2B belum beres sanksinya masuk penjara," kata Amin.
Amin mengatakan tak ada niat pihaknya untuk memperlambat proses pembangunan gedung. Namun secara aturan pihaknya bisa terkena masalah hukum jika aturan-aturan diterobos.
"Kita sekarang sedang membahas step berikutnya yang semula enggak memakai sekolah sementara, diminta disiapkan. Itu pun belum final. Setelah beberapa hari rapat belum ada keputusan. Kita enggak pengin lama-lama sebenarnya," katanya.
"Kita sudah siap (bangun gedung baru) tapi tanah yang disediakan tidak memenuhi syarat secara formal maupun legal. Belum dibereskan izin LSD dan LP2B," katanya.
Kata Pemkab Sleman
Sekda Sleman Susmiarto yang juga hadir dipertemuan dengan wali murid mengatakan Bupati Sleman Harda Kiswaya telah memerintahkan jajarannya untuk membantu SDN Nglarang sampai tuntas.
"Kebetulan secara tata ruang lokasi masih sawah, karena sawah kebetulan oleh BPN itu lahan sawah yang dilindungi (LSD). Yang kedua juga jadi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Ini problemnya," kata Susmiarto.
Perintah dari Bupati, kata Susmiarto Pemkab Sleman akan mengajukan izin ke kementerian terkait baik BPN maupun Kementerian Pertanian.
"Pokoknya untuk kepentingan umum mendukung proyek strategis nasional jalan tol maka lokasi itu kita mohon dapat diizinkan sebagai relokasi lahan yang untuk tol digunakan untuk SD," tegasnya.
