Sekjen ASEAN: Kuala Lumpur Peace Accord Jadi Tonggak Perdamaian Kamboja-Thailand

30 Oktober 2025 14:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen ASEAN: Kuala Lumpur Peace Accord Jadi Tonggak Perdamaian Kamboja-Thailand
Sekjen ASEAN mengatakan Kuala Lumpur Peace Accord secara efektif mengakhiri ketegangan perbatasan Kamboja dan Thailand dan jadi tonggak perdamaian kedua negara.
kumparanNEWS
Presiden AS Donald Trump menyaksikan PM Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet menunjukkan dokumen penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyaksikan PM Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet menunjukkan dokumen penandatanganan kesepakatan gencatan senjata di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Thailand dan Kamboja telah menandatangani deklarasi perdamaian yaitu Kuala Lumpur Peace Accord di sela KTT ASEAN di Malaysia. Dekalrasi itu ditandatangani Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, dan disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump serta Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN Anwar Ibrahim.
Sekretaris Jenderal ASEAN, H. E. Dr. Kao Kim Hourn, mengatakan penandatanganan Kuala Lumpur Peace Accord menjadi tonggak penting bagi perdamaian kawasan.
β€œDeklarasi bersama ini secara efektif mengakhiri ketegangan perbatasan antara Kamboja dan Thailand,” kata Kao saat memaparkan hasil KTT ke-47 ASEAN dan KTT terkait, di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Kamis (30/10).
Kao mengatakan, para pemimpin ASEAN memuji peran Malaysia sebagai mediator dalam konflik tersebut, termasuk upayanya bersama AS dan Tiongkok untuk mengamankan gencatan senjata dan memfasilitasi dialog.
Kao menyebut Kuala Lumpur Peace Accord sebagai bukti nyata bahwa dialog, diplomasi, dan prinsip penyelesaian damai ala ASEAN mampu menghasilkan solusi konkret.
Suasana briefing oleh Sekretaris Jenderal ASEAN, H. E. Dr. Kao Kim Hourn tentang Hasil KTT ASEAN ke-47 dan KTT Terkait di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
β€œIni adalah tonggak awal rekonsiliasi antara kedua negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesepakatan itu mencerminkan komitmen negara anggota ASEAN untuk menjaga persatuan dan solidaritas kawasan, serta memastikan sengketa bilateral tidak menghambat langkah ASEAN ke depan.
β€œDeklarasi ini menjadi bukti komitmen ASEAN untuk memegang teguh Piagam ASEAN dan semangat Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara,” ujar Kao.
Konflik antara Thailand dan Kamboja bermula dari baku tembak antar petugas di perbatasan. Baik Thailand dan Kamboja saling tuduh siapa yang mulai melepas tembakan.
Usai penandatanganan deklarasi perdamaian, PM Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan Thailand akan mulai mengimplementasikan poin-poin kesepakatan, termasuk proses pembebasan 18 tentara Kamboja yang ditahan, serta penarikan senjata berat untuk membangun kepercayaan bersama.
Sementara PM Myanmar Hun Manet mengatakan penandatanganan tersebut menjadi tonggak yang menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk menyelesaikan perselisihan secara damai.
Trending Now