Seluruh Kecamatan di Pati Terdampak Bencana Banjir hingga Longsor

14 Januari 2026 19:10 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seluruh Kecamatan di Pati Terdampak Bencana Banjir hingga Longsor
Banjir dan longsor melanda seluruh 21 kecamatan di Pati sejak 9 Januari 2026. Ribuan rumah, lahan pertanian, sekolah, dan jembatan terdampak, warga mengungsi.
kumparanNEWS
Kondisi permukiman warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati setelah diterjang banjir bandang, Jumat (9/1/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi permukiman warga Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati setelah diterjang banjir bandang, Jumat (9/1/2026). Foto: kumparan
Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1) terus meluas hingga Rabu (14/1) terus meluas. Tercatat, 21 kecamatan di Pati terdampak banjir hingga tanah longsor.
Pati memiliki 21 kecamatan, artinya semuanya terdampak.
Terbaru, dua jembatan di Kecamatan Jaken rusak dan putus akibat terjangan banjir, Rabu (14/1). Pertama, jembatan yang menghubungkan Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang putus.
Jembatan ini terletak di antara Desa Manjang dan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, putus. Jembatan tersebut ambrol di sisi barat karena tak kuat menahan derasnya arus banjir.
Kedua, jembatan yang ada di Desa Tamansari, Kecamatan Jaken. Jembatan ini terhubung dengan Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori, dan juga putus karena masalah yang sama.
Sesuai laporan BPBD Kabupaten Pati, tercatat ada banjir, tanah longsor, sampai puting beliung yang tercatat di 129 desa dan 21 kecamatan. Sebagian besar merupakan banjir, yang melanda Pati.
Warga menerjang banjir di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati dengan menaiki perahu, Selasa (13/1/2026). Foto: kumparan
Banjir menggenangi ribuan rumah dan ribuan hektare lahan pertanian. Selain itu, berbagai fasilitas umum seperti masjid, musala, dan gereja juga terdampak. Bahkan, banjir juga merendam 21 Sekolah Dasar (SD) di berbagai kecamatan. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dialihkan ke daring.
Kepala Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan, mengantisipasi kondisi terburuk, BPBD bersama pemerintah desa telah membuka lima titik posko pengungsian, yakni di Balai Desa Doropayung, bekas Stasiun Juwana, Balai Desa Bumirejo, Masjid Kalidoro, serta sebuah sanggar di Juwana.
Meski demikian, jumlah pengungsi bersifat fluktuatif. Sebagian besar warga hanya mengungsi pada malam hari dan kembali beraktivitas pada pagi hingga siang hari. Data pengungsi yang pernah tercatat di BPBD Pati mencapai puluhan jiwa.
Sejumlah dapur umum swadaya juga telah berdiri di berbagai wilayah, mulai dari Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Tayu, hingga Dukuhseti.
Dua warga Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati duduk di teras rumahnya yang terendam banjir, Selasa (13/1/2026). Foto: kumparan
โ€œDapur umum itu murni inisiatif masyarakat. Kami dari BPBD mendukung dengan bantuan bahan baku seperti beras dan minyak,โ€ kata Martinus.
Dalam upaya penanganan, BPBD Pati bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan masih mengancam sebagian besar wilayah Kabupaten Pati," katanya.
Trending Now