Sempat Mangkrak, Flyover Nurtanio di Bandung Mulai Beroperasi Terbatas

4 Januari 2026 16:11 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sempat Mangkrak, Flyover Nurtanio di Bandung Mulai Beroperasi Terbatas
Flyover Nurtanio di Bandung selesai diperbaiki setelah sebelumnya sempat mangkrak.
kumparanNEWS
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi flyover Nurtanio Bandung yang mulai beroperasi secara terbatas di Kota Bandung, Minggu (4/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi flyover Nurtanio Bandung yang mulai beroperasi secara terbatas di Kota Bandung, Minggu (4/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Flyover Nurtanio di Bandung selesai diperbaiki setelah sebelumnya sempat mangkrak. Flyover ini mulai beroperasi secara terbatas, hanya satu jalur yang dibuka.
"Ini mulai dioperasikan secara terbatas, satu jalur dulu," kata salah satu petugas di lokasi.
Meski sudah mulai difungsikan, arus lalu lintas di sekitar kawasan flyover masih terpantau padat, terutama pada jam sibuk.
Flyover Nurtanio Bandung yang mulai beroperasi secara terbatas di Kota Bandung, Minggu (4/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Pantauan kumparan Minggu (4/1/2026), kendaraan sudah dapat melintas di Flyover Nurtanio di satu jalur yakni dari arah Jalan Nurtanio menuju Jalan Abdurrahman Saleh.
Namun, antrean kendaraan masih terlihat di akses naik flyover tersebut. Kepadatan terjadi akibat pengendara yang masih menyesuaikan diri dengan lalu lintas baru saat masa uji coba.
Sejumlah pengendara sepeda motor melintasi flyover Nurtanio Bandung yang mulai beroperasi secara terbatas di Kota Bandung, Minggu (4/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Flyover Nurtanio menghubungkan Jalan Nurtanio-Jalan Abdurahman Saleh. Proyek ini digarap sejak 3 tahun lalu dan sempat mangkrak setelah ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025
Jembatan layang itu memiliki panjang 550 meter dengan lebar 11 meter. Pengerjaan flyover itu memakan anggaran miliaran.
"Pengerjaan Flyover Nurtanio ini memakan biaya kurang lebih 62 miliar rupiah," ujar Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Jumat (12/12).
Trending Now