Seskab: Pemerintah Serius Telusuri Kerusakan Lingkungan Pemicu Banjir Sumatera

3 Desember 2025 15:56 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seskab: Pemerintah Serius Telusuri Kerusakan Lingkungan Pemicu Banjir Sumatera
Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah serius dalam mengusut kerusakan lingkungan di Aceh dan Sumatera.
kumparanNEWS
Sekertaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers terkait Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatra. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Sekertaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers terkait Perkembangan Penanggulangan Bencana Sumatra. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah serius dalam mengusut kerusakan lingkungan yang menjadi salah satu pemicu banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatera.
Banjir bandang dan longsor di Sumatera dipicu siklon Senyar yang merupakan anomali. Namun, lingkungan yang rusak juga menjadi faktor lain.
"Jadi penyebab bencana ini jadi perhatian. Dan selain faktor cuaca yang ekstrem tentunya, ada faktor kerusakan lingkungan yang memperparah bxencana dan ini terus ditelusuri dengan serius," kata Teddy dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).
Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wawan Kurniawan/ANTARA FOTO
Batang pohon terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Menurutnya, Satgas Penertiban Kawasan Hutan akan melakukan investigasi terkait kerusakan lingkungan di Sumatera.
"Pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi dan menyeluruh terkait bencana ini," kata dia.
Selain mengusut kerusakan lingkungan, Teddy mengatakan pemerintah fokus menangani korban.
"Jadi seiring dengan evakuasi dan penanganan korban yang jadi fokus utama pemerintah," kata Teddy.
Foto Atas: Citra satelit menunjukkan rumah-rumah sebelum banjir bandang di Bireuen, Aceh, pada 14 Desember 2024. Foto Bawah: Citra satelit menunjukkan rumah-rumah setelah banjir bandang di Bireuen, Aceh, pada Minggu (30/11/2025). Foto: Vantor/via AP Photo
Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bicara soal banjir bandang di Aceh dan Sumatera. Ia mengungkap, belasan ribu kawasan hutan di Aceh, Sumbar, dan Sumut sudah hilang.
Pengurangan luas hutan ini terjadi secara masif sejak 1990 hingga 2024. Ia pun merinci sebarannya dari Aceh sampai Sumatera. Jika ditotal, mencapai 43.521 hektare.
Trending Now