Singgung Kondisi Geopolitik Dunia, Megawati: Dampaknya Bisa ke Indonesia

2 Agustus 2025 16:56 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Singgung Kondisi Geopolitik Dunia, Megawati: Dampaknya Bisa ke Indonesia
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turut menyoroti soal kondisi geopolitik dunia saat ini. Ia menyebut, kondisi geopolitik yang kian tak pasti bisa berdampak juga ke Indonesia.
kumparanNEWS
Megawati melantik kepengurusan DPP PDIP periode 2025-2030 di Kongres kedua partai. Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Megawati melantik kepengurusan DPP PDIP periode 2025-2030 di Kongres kedua partai. Foto: Dok. PDIP
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turut menyoroti soal kondisi geopolitik dunia saat ini. Ia menyebut, kondisi geopolitik yang kian tak pasti bisa berdampak juga ke Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Megawati saat berikan pidato politik di Kongres PDIP ke-VI di Bali Nusa Dua Convention Center pada Sabtu (2/8).
β€œKetegangan geopolitik yang tak menentu dan mengancam stabilitas global bisa dampaknya lari ke mana-mana dan bisa saja ke Indonesia,” kata Megawati.
Lebih lanjut, presiden ke-5 RI itu juga mengatakan konfrontasi geopolitik serta bermunculannya blok-blok kekuatan besar juga menjadi satu persoalan serius. Ia menambahkan, belum lagi permasalahan tentang iklim.
β€œAda unilateralisme dan proteksionisme kembali menguat. Unilateralisme ini beberapa negara kuat bersatu. Itu unilateralisme. Terus dia menutup, itu proteksionisme, kembali menguat. Perkembangan ekonomi global mengalami guncangan,” paparnya.
Momen Hasto Kristiyanto naik ke atas panggung Kongres PDIP untuk menyapa Ketum Megawati. Foto: Dok. PDIP
Megawati lantas menghubungkan soal geopolitik itu dengan pola didik anak-anak saat ini yang selalu dekat dengan gawai. Ia menilai, hal itu membuat anak menjadi tidak dapat bersosialisasi dengan baik.
β€œNah ini bagaimana? Makanya nanti saya akan buat sebuah pertemuan dengan semua ibu-ibu untuk memikirkan menurut saya kearifan lokal menurut saya lebih baik. Zaman saya kecil, anak presiden, tapi bapak ibu saya nggak larang kalo saya mau lari di kebon ramai-ramai, nggak ada larangan,” kata Mega.
β€œKalau sekarang bagaimana? Dalam kurikulum sekolah nanti kalo di DPRD, DPR semua mesti ditanyakan kalo dulu anak-anak itu mulai dari SD sudah disuruh ke depan, terus mulai bercerita, terserah bercerita kodok bercerita apa, sekarang kan tidak. Sehingga mulutnya sepertinya jadi kaku dan tidak bisa merangkaikan kata-kata,” tandasnya.
Trending Now