Siswa di Maluku Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah, Harap Ada Jembatan
7 November 2025 11:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Siswa di Maluku Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah, Harap Ada Jembatan
Kondisi ini menjadi pemandangan sehari-hari. Saat air sungai meluap, nyawa jadi taruhan.kumparanNEWS

Air sungai mengalir begitu deras di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Kamis (23/10). Di sisi sungai berbaris siswa-siswi SD yang ingin berangkat ke sekolah.
Satu per satu para siswa SD itu digendong oleh orang tua dan warga sekitar untuk menyeberangi sungai. Di balik punggung itu, siswa laki-laki terlihat berpegangan erat. Sesekali kaki kecilnya tersentuh air sungai yang mengalir deras.
Kondisi ini menjadi pemandangan sehari-hari. Saat air sungai meluap, nyawa jadi taruhan.
Aksi nekat dan berisiko ini terpaksa dilakukan karena hingga kini belum ada jembatan yang dibangun untuk memudahkan akses warga. Setiap pagi dan sepulang sekolah, para siswa harus menyeberangi sungai agar bisa bersekolah.
Meski berisiko, semangat anak-anak untuk terus belajar tidak pernah surut.
Salah satu guru, Ernal Tamadarage, menjelaskan bahwa terdapat dua sungai yang harus diseberangi setiap hari. Jika air sungai meluap, para siswa dan guru terpaksa menunggu hingga kondisi air surut dan aman untuk dilintasi.
"Setiap hari kerja kami selaku guru selalu mengantar anak-anak untuk menyeberangi sungai," kata Ernal.
Perjuangan para siswa ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tetap menyala meski di tengah keterbatasan dan risiko tinggi. Mereka berharap Gubernur Maluku Utara segera membangun jembatan agar para siswa dan guru dapat berangkat ke sekolah dengan aman.
"Kami di Desa Bobo ini ada 8 sekolah, 3 SD, 3 PAUD, kemudian ada 1 SMP dan 1 SMK. Untuk itu setiap hari kami selalu turun kalau orang tua terlambat menjemput anak-anak mereka terpaksa kami harus melewati (bantu menyeberangkan) anak-anak ini. Harapan kami ke depan kiranya pemerintah bisa membangun jembatan," ucap Ernal.
