Siswa SMAN di Bekasi Demo Sekolah soal Pungli, Kepsek Beri Penjelasan

3 Desember 2025 15:37 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SMAN di Bekasi Demo Sekolah soal Pungli, Kepsek Beri Penjelasan
Ada dugaan pungli di SMAN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, yang dilakukan pihak sekolah.
kumparanNEWS
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock
Siswa SMAN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, melakukan aksi demo pada Selasa (25/11) terkait dugaan pungli yang dilakukan pihak sekolah. Mereka keberatan dengan berbagai iuran yang diminta pihak sekolah.
Sejumlah murid mengaku selama ini diminta menyumbang untuk pembangunan kelas, kegiatan sekolah, hingga pembangunan masjid. Nilainya bervariasi dan dinilai memberatkan para orang tua mereka.
โ€œKami protes karena melihat kondisi orang tua kami. Selain itu, peruntukannya pun tidak jelas. Pembangunan masjid, kelas, sampai taman yang tak kunjung selesai bertahun-tahun,โ€ ujar seorang siswa, Rabu (3/12).
Aksi protes juga dilakukan pada Senin (1/12). Selain menuntut soal masalah pungli, aksi pada hari itu juga meminta pengusutan terkait dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru kepada peserta aksi pertama.
Terkait aksi protes itu, Kepala SMAN 1 Babelan, Woro Sawitri, tidak menampik adanya pungutan di sekolah. Namun ia menegaskan bahwa semua sumbangan dilakukan atas dasar kesepakatan komite sekolah dan dibutuhkan untuk menutup kegiatan yang tidak terdanai oleh anggaran pemerintah.
Kepala SMAN 1 Babelan, Woro Sawitri (kiri) saat memberi keterangan terkait dugaan pungli di sekolah. Foto: Dok. Istimewa
โ€œKami punya guru honorer dan banyak kegiatan yang tidak terdanai dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kasihan kalau tidak ada dukungan. Karena itu ada kesepakatan sumbangan,โ€ jelas Woro, Rabu (3/12).
Ia menambahkan, sejak adanya instruksi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sekolah disebut sudah tidak lagi melakukan pungutan seperti yang ramai diberitakan.
Pihak sekolah menyatakan siap membuka dialog dengan siswa dan orang tua untuk menjelaskan pengelolaan dana serta memastikan transparansi sesuai aturan.
Trending Now