Siswa SMP di Blitar Dikeroyok Kakak Kelas saat MPLS: 6 Remaja Diperiksa
21 Juli 2025 19:35 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Siswa SMP di Blitar Dikeroyok Kakak Kelas saat MPLS: 6 Remaja Diperiksa
"Dari saksi per siang tadi ada 6 orang sesuai info dari Kasat Serse," kata Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, kepada kumparan, Senin (21/7).kumparanNEWS

Satreskrim Polres Blitar saat ini telah memeriksa enam orang siswa kasus penganiayaan siswa kelas 1 SMPN Doko, Blitar. Keenam siswa yang diperiksa itu saat ini statusnya masih sebagai saksi.
"Dari saksi per siang tadi ada 6 orang sesuai info dari Kasat Serse," kata Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, kepada kumparan, Senin (21/7).
Putut belum bisa menyebut jumlah terduga pelaku penganiayaan tesebut. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan.
"Sementara tim masih bekerja nanti kami update lagi," ucapnya.
VW (12 tahun) siswa kelas 1 SMPN Doko Blitar menjadi korban bully atau penganiayaan oleh sejumlah siswa lainnya. Peristiwa itu terjadi di area belakang kamar mandi SMPN Doko, Desa Sumberurip, Kabupaten Blitar pada Jumat (18/7) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Momon Suwito Pratomo, mengatakan penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah siswa dari kelas 7 hingga 9 (kelas 1-3).
Momon menyampaikan, dari keterangan korban, insiden itu terjadi saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
"Korban dipanggil oleh kakak kelas dan diajak menuju ke belakang kamar mandi sekolah. Di lokasi tersebut, korban mendapati sekitar 20 siswa lain telah berkumpul dan mulai melontarkan olok-olokan secara verbal," ucapnya.
Kemudian, seorang siswa kelas 8 berinisial NTN memulai aksi kekerasan itu dengan memukul pipi kiri korban dan menendang bagian perutnya.
"Aksi tersebut memicu siswa lain ikut melakukan pengeroyokan secara bersama-sama," ujarnya.
Korban Diancam Jangan Bicara
Usai kejadian, korban sempat kembali ke kelasnya dalam kondisi trauma. Tak lama, korban diancam oleh salah satu terduga pelaku agar tidak melaporkan aksi perundungan itu kepada guru maupun orang tuanya.
"Akibat ketakutan, korban sempat merahasiakan kejadian itu hingga akhirnya menceritakan semuanya sepulang sekolah," katanya.
Setelah itu, orang tua korban pun melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Blitar. Polisi lalu melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari pelapor, korban, serta dua saksi guru sekolah.
"Melakukan pemeriksaan medis (visum et repertum) terhadap korban dengan hasil luka di siku kanan, nyeri di kepala belakang, dan nyeri di dada," ungkapnya.
