Siswa SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying: Mata Rabun-Tak Mampu Jalan

10 November 2025 14:20 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SMP di Tangsel Diduga Jadi Korban Bullying: Mata Rabun-Tak Mampu Jalan
Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berusia 13 tahun diduga menjadi korban perundungan atau bullying teman sekelasnya.
kumparanNEWS
Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bullying di Korea Selatan. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
Siswa salah satu SMP Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berusia 13 tahun diduga menjadi korban perundungan atau bullying teman sekelasnya.
Akibat dugaan tindakan itu, kondisi tubuh korban mengalami penurunan hingga lemas tak bisa beraktivitas.
Kakak korban, Rizky, mengatakan adiknya diduga sudah mendapatkan aksi bullying beberapa kali sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Puncak dugaan aksi perundungan terjadi pada Senin (20/10). Saat itu korban dikabarkan dipukul oleh teman sekelasnya menggunakan bangku.
โ€œSejak masa MPLS, yang paling parah kemarin 20 Oktober yang dipukul kepalanya pakai kursi,โ€ kata Rizki ketika dikonfirmasi, Senin, (10/11).
Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10) korban mulai mengeluhkan rasa sakit yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
โ€œSehari setelah pembullyan itu dia baru ngadu ke keluarga karena sudah tidak kuat nahan sakit di kepalanya,โ€ ucapnya.
Saat pihak keluarga melakukan pendalaman, ternyata korban mengaku sudah sering menerima bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.
โ€œYang paling parah dipukul kursi kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah. Kalau yang lainnya enggak pernah cerita, ini beraniin cerita karena udah ngerasa sakit parah,โ€ terangnya.
Rizki menyebut, adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangsel. Kini, korban tengah dirawat di RS Fatmawati Jakarta Selatan karena kondisinya semakin parah.
โ€œKondisi sekarang sangat memprihatinkan, badan udah enggak bisa dibawa jalan, pada lemas semua seluruh tubuhnya, mata sedikit rabun, sering pingsan dan gamau makan,โ€ tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan pihaknya sudah memediasi orang tua dari korban dan terduga pelaku.
โ€œSudah kami mediasi masing-masing orang tua sudah ketemu dengan pihak sekolah juga,โ€ kata Deden.
Saat ini pihaknya sedang mencari informasi untuk mengetahui pasti kondisi terkini korban.
โ€œKami juga berkunjung ke rumah orang tua untuk memastikan kondisi anak,โ€ tutupnya.
Trending Now