SNPMB 2026: Registrasi Akun Dibuka Januari, Tes Kemampuan Akademik Jadi Syarat

16 September 2025 23:11 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SNPMB 2026: Registrasi Akun Dibuka Januari, Tes Kemampuan Akademik Jadi Syarat
Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan jadwal dan persyaratan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
kumparanNEWS
Konferensi pers peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 di Kantor Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 di Kantor Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan jadwal dan persyaratan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, yang mencakup program sarjana, diploma IV/sarjana terapan, dan diploma III di perguruan tinggi negeri (PTN).
Pelaksanaan SNPMB tetap mengedepankan prinsip fleksibel, efisien, transparan, adil, larangan konflik, dan akuntabel.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menjelaskan prinsip-prinsip tersebut terus dijaga dari tahun ke tahun untuk memastikan proses seleksi berjalan adil dan transparan.
“Prinsip yang kita kedepankan yaitu fleksibel, efisien, transparan, adil, larangan berkonflik, akuntabel. Dan Alhamdulillah prinsip-prinsip ini terus kita jaga dari tahun ke tahun,” ujar Eduart di Kantor Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9).
Konferensi pers peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 di Kantor Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
“Dan sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan dinamika yang melanggar prinsip ini, terus kita mitigasi dan kita tindak lanjuti,” tambahnya.
SNPMB memiliki dua jalur seleksi, yakni SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Kuota tiap jalur tetap sama seperti tahun 2025, sehingga calon mahasiswa diimbau memahami kuota dan mekanisme seleksi yang berlaku.
Terkait registrasi akun, Eduart menekankan pentingnya sekolah dan siswa menyiapkan akun sejak awal. Registrasi akun sekolah dibuka dari 5 Januari hingga 26 Januari 2026, sementara registrasi akun siswa untuk SNBP dan SNBT dimulai masing-masing pada 12 Januari–18 Februari 2026 dan 12 Januari–7 April 2026.
“Sekolah yang telah memiliki akun SNPMB tidak perlu melakukan registrasi akun baru. Ini penting. Karena tahun kemarin terjadi dinamika yang luar biasa terkait SNBP. Sekolah yang sudah ikut SNBP tahun lalu nggak perlu bikin akun baru,” kata Eduart.
“Jadi sekali lagi juga pada momen ini kita mengimbau kesungguhan, keseriusan, dan supporting dari pihak sekolah untuk kita sama-sama mensukseskan proses SNBP,” lanjutnya.
Ilustrasi mahasiswa ujian. Foto: exam student/Shutterstock
Peserta SNBP harus berasal dari siswa SMA, SMK, atau MA kelas terakhir pada tahun 2026, dengan prestasi akademik maupun non-akademik. Biaya pendaftaran ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Selain itu, setiap siswa yang ingin mendaftar jalur SNBP diwajibkan memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Kemdikdasmen. TKA berfungsi sebagai validator nilai rapor agar proses seleksi lebih objektif.
“Siswa yang eligible dan ikut SNBP mau enggak mau harus ikut TKA. Karena menjadi syarat di SNBP,” tegas Eduart.
Sekolah juga memiliki peran besar dalam menentukan siswa eligible yang dapat mengikuti SNBP, berdasarkan kuota sekolah: akreditasi A (40%), B (25%), dan C serta lainnya (5%).
Pemeringkatan dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan nilai rapor, prestasi akademik, dan prestasi non-akademik.
“Komposisi presentasi komponen pertama dan kedua ditetapkan oleh masing-masing PTN. Seleksi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut. Peserta diseleksi berdasarkan urutan pilihan program studi. Jika tidak lulus pada seleksi pilihan program studi pertama, peserta akan diikutkan pada seleksi pilihan program studi kedua. Dan itu dirunning secara nasional untuk seluruh PTN,” jelas Eduart.
Peserta dapat memilih satu atau dua program studi dari PTN mana pun, dengan aturan bahwa jika memilih dua prodi, satu harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal. Peserta yang lulus SNBP secara otomatis tidak bisa mendaftar SNBT maupun seleksi mandiri PTN lain.
Ilustrasi mahasiswa. Foto: Tiwuk Suwantini/shutterstock
Eduart melanjutkan dalam menjaga integritas proses seleksi, TKA digunakan sebagai alat validasi nilai rapor untuk mencegah manipulasi data. Lebih lanjut ia menekankan nilai TKA akan dikorelasikan dengan nilai rapor yang diunggah sekolah.
“Nilai TKA ini buat kami sangat menjadi penting sebagai validator nilai rapor. Siswa yang eligible dan ikut SNBP mau nggak mau harus ikut TKA. Karena menjadi syarat di SNBP. Jadi, nilai TKA itu akan menjadi validator nilai rapor, gitu,” kata Eduart.
“Bahwasanya kalau misalnya dari satu sekolah gitu ada 20 siswa yang ikut, kemudian validasi nilai rapornya dengan nilai TKA-nya ternyata cocok. Kemudian ada satu dua yang tidak cocok, itu kan akan menjadi perhatian lebih tentunya dari kita,” tambah Eduart.
Kemdiktisaintek berharap jadwal yang telah ditetapkan, sosialisasi masif, dan penekanan pada integritas dapat meminimalkan masalah yang terjadi pada pelaksanaan SNPMB 2025, sehingga tidak ada siswa yang dirugikan dan seluruh proses seleksi berjalan transparan.
Sementara itu, Wamendiktisaintek Fauzan menekankan bahwa SNBP hanyalah salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri, dan bukan satu-satunya pilihan bagi calon mahasiswa.
“Bagi masyarakat, sekali lagi ini sebenarnya SNBP ini hanyalah untuk perguruan tinggi negeri. Sedangkan perguruan tinggi kita ini ada juga perguruan tinggi swasta. Sehingga mudah-mudahan ini bukan satu-satunya tetapi ini hanya sebagai alternatif,” ujar Fauzan.
Trending Now