Sopir Mobil Angkut 400 Liter Solar Subsidi Diciduk Lagi Nyabu di Tol Jagorawi

5 Januari 2026 14:27 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sopir Mobil Angkut 400 Liter Solar Subsidi Diciduk Lagi Nyabu di Tol Jagorawi
Seorang sopir mobil Toyota Fortuner B 1259 RKM berinisial DP (23) diamankan polisi di Rest Area KM 21B Tol Jagorawi, Minggu (4/1) pukul 23.30 WIB.
kumparanNEWS
Polisi tangkap pria yang angkut 400 liter solar saat lagi menggunakan narkoba jenis sabu di Rest Area Tol Jagorawi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi tangkap pria yang angkut 400 liter solar saat lagi menggunakan narkoba jenis sabu di Rest Area Tol Jagorawi. Foto: Dok. Istimewa
Seorang sopir mobil Toyota Fortuner B 1259 RKM berinisial DP (23) diamankan polisi di Rest Area KM 21B Tol Jagorawi, Minggu (4/1) pukul 23.30 WIB. Ia diciduk saat mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Kainduk PJR Tol Jagorawi Kompol Ahmad Jajuli mengatakan, selain itu polisi juga menemukan ratusan liter solar subsidi di dalam mobil yang sudah dimodifikasi. Penangkapan terjadi saat petugas patroli mencurigai aroma BBM dari kendaraan tersebut.
β€œJadi awalnya dia lewat, terus tercium bau bensin, lalu dia masuk ke rest area. Saat disamperin ternyata dia lagi nyabu di dalam pakai selang,” kata Ahmad lewat keterangannya, Senin (5/1).
Polisi menyita satu set alat hisap sabu, satu kantong kecil sabu, serta kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM subsidi.
Polisi tangkap pria yang angkut 400 liter solar saat lagi menggunakan narkoba jenis sabu di Rest Area Tol Jagorawi. Foto: Dok. Istimewa
Selain itu, petugas juga menemukan dua jeriken berisi solar subsidi, tangki modifikasi dengan kapasitas ratusan liter, serta puluhan barcode BBM subsidi. Total solar yang diamankan diperkirakan mencapai 300 hingga 400 liter.
β€œJadi dari tangki itu masuk ke sana. Kalau sudah penuh, nanti otomatis naik masuk ke jeriken yang sudah disiapkan juga,” ujar Ahmad.
Pelaku diduga sudah kerap melakukan praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Modusnya dengan mengganti pelat nomor kendaraan dan menyiapkan barcode sebelum mengisi solar di SPBU. BBM subsidi tersebut kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
β€œItu nanti dijual sama atasannya. Biasanya kan kalau di SPBU cuma Rp 6.800, tapi kalau di luar bisa sampai Rp 15.000. Sedangkan pembelian dibatasi 20 liter,” jelasnya.
Saat hendak diamankan di pos keamanan rest area, pelaku sempat mencoba melarikan diri. Ia nekat meloncat hingga memecahkan kaca pos sekuriti dan masuk ke dalam selokan sebelum akhirnya berhasil ditangkap kembali oleh petugas.
β€œJadi dia memang sudah sering begitu, memang kerjaannya. Dikasih Rp 3 juta sama atasannya buat isi bensin,” ujar Ahmad.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya 16 pasang tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), satu unit ponsel, uang tunai Rp 757 ribu, serta kendaraan Fortuner yang digunakan pelaku.
Saat ini, pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Trending Now