Sound Horeg Hanya Boleh sampai 120 dBA, Setara Suara Apa itu?

11 Agustus 2025 18:48 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sound Horeg Hanya Boleh sampai 120 dBA, Setara Suara Apa itu?
Pakar Fisika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Retna Apsari, mengatakan bunyi sound horeg yang mempunyai intensitas 120 dBA masuk kategori sangat keras.
kumparanNEWS
Warga menyaksikan gelaran Urek Urek Carnival yang diiringi perangkat audio berkapasitas besar di Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menyaksikan gelaran Urek Urek Carnival yang diiringi perangkat audio berkapasitas besar di Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Gubernur Jawa Timur bersama Forkopimda Jawa Timur resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) aturan tentang penggunaan sound horeg.
Aturan itu telah ditandatangani bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto; dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin dengan SE Bersama Nomor 300.1/6902/209.5/2025, Nomor SE/1/VIII/2025, dan Nomor SE/10/VIII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025 tentang penggunaan Sound System/Pengeras Suara di Wilayah Jawa Timur.
Dalam SE tersebut disebutkan bahwa penggunaan sound system/pengeras suara statis/di tempat yang telah ditentukan pada kegiatan kenegaraan, pertunjukan musik, seni dan budaya pada ruang terbuka dan tertutup maksimal 120 dBA (desibel A-weighted, ukuran "bising" yang lebih relevan untuk telinga manusia)
Lantas, seperti apa bayangan suara 120 dBA sound horeg?
Pakar Fisika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Retna Apsari, mengatakan bunyi sound horeg yang mempunyai intensitas 120 dBA masuk kategori sangat keras.
Ia menganalogikan kerasnya bunyi tersebut seperti konser musik rock, mesin jet, hingga suara palu godam.
"Konser musik rock, bunyi konser musik rock yang sangat keras bisa mencapai level sekitar 120 dBA. Mesin jet, bunyi mesin jet saat lepas landas bisa mendekati 120 dBA. Palu godam, bunyi palu godam yang digunakan dalam konstruksi bisa mencapai level sekitar 120 dBA," kata Retna kepada kumparan, Senin (11/8).
Untuk itu, kata Retna, bunyi dengan intensitas 120 dBA atau lebih dapat menyebabkan kerusakan pada pendengaran jika terpapar dalam waktu lama atau tanpa pelindung yang memadai.
"Oleh karena itu, penting untuk menggunakan pelindung pendengaran saat berada di lingkungan dengan bunyi yang sangat keras," ucapnya.
Ia menjelaskan, alat pengukur kekerasan bunyi atau intensitas suara biasanya disebut Sound Level Master (SLM) atau pengukur tingkat suara.
"Alat ini digunakan untuk mengukur tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level, SPL) dalam satuan desibel (dBA)," jelasnya.
SLM biasanya memiliki fitur-fitur seperti mengukur tingkat suara dalam dBA, dapat mengukur suara dalam rentang frekuensi tertentu, dan beberapa SLM dapat merekam data pengukuran untuk analisis lebih lanjut.
"Sound Level Meter digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti: mengukur tingkat kebisingan di lingkungan kerja atau komunitas, mengukur karakteristik akustik ruangan atau peralatan dan memantau tingkat suara untuk mencegah kerusakan pendengaran," terangnya.
Trending Now