SPPG MBG di Cianjur Tingkatkan PAD dan Ekonomi Masyarakat Desa

3 Desember 2025 20:20 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SPPG MBG di Cianjur Tingkatkan PAD dan Ekonomi Masyarakat Desa
Keberadaan SPPG di Sukawangi bukan hanya menguntungkan penerima manfaat, tetapi juga membuat roda ekonomi desa lebih hidup.
kumparanNEWS
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukawangi di Cianjur. Foto: Tim kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukawangi di Cianjur. Foto: Tim kumparan
Berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukawangi menjadi angin segar tidak hanya bagi pemerintahan desa, tetapi juga bagi para pelaku usaha yang ada di Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyediakan makanan bergizi, higienis, dan sehat bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita itu seluruhnya menggunakan potensi lokal yang ada di wilayah tersebut.
Selain karyawan yang merupakan warga setempat, pasokan bahan baku juga seluruhnya berasal dari para petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar.
Pelibatan seluruh potensi lokal itu dilakukan untuk lebih memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Seorang petani setempat, Sumirat (51), mengatakan sangat terbantu dengan dibukanya dapur layanan makan bergizi gratis di desanya. Diakui Sumirat, dirinya sudah tidak lagi kesulitan untuk memasarkan hasil pertaniannya.
"Sudah sebulan ini, saya pasok komoditas sayuran ke dapur MBG. Ini jelas sangat membantu saya, sehingga tidak lagi kesulitan untuk memasarkan," kata Sumirat kepada kumparan.
Dalam sehari, Sumirat memasok komoditas sayuran mulai dari bawang merah, bawang daun, cabai merah, cabai rawit, wortel, buncis, dan kentang.
"Karena kondisinya harus segar, jadi pengirimannya tiap hari. Meskipun pasokan kebutuhan dapurnya belum banyak, tapi ini sangat membantu dan memudahkan saya," jelas Sumirat yang sebelumnya harus memasarkan dan menjual hasil taninya ke tengkulak di Pasar Induk Cianjur itu.
Sumirat berharap, program yang menjadi unggulan Presiden RI Prabowo Subianto itu dapat terus berjalan.
"Karena bukan hanya sekadar untuk meningkatkan kualitas gizi saja. Tapi juga sangat membantu kami para petani kecil. Untuk harga yang diterima pun standar dan dibayar tiap pengiriman. Ini jelas sangat menguntungkan," ucapnya.
Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukawangi di Cianjur. Foto: Tim kumparan
Program layanan ini juga terlihat langsung manfaatnya di keluarga para penerima. Menu yang disiapkan dapur disesuaikan dengan kondisi ibu hamil, menyusui, dan kebutuhan balita, sehingga warga merasa lebih terbantu dalam memenuhi gizi harian di rumah.
Bagi keluarga dengan pendapatan pas-pasan, paket makanan bergizi gratis mengurangi beban pengeluaran sehari-hari. Anak-anak tetap mendapat lauk berprotein dan sayuran segar, sementara ibu hamil dan balita lebih terpantau asupan gizinya. Warga mengaku kondisi ini sedikit banyak membantu mencegah masalah gizi yang sebelumnya kerap dikhawatirkan.
Senada, Kepala Desa Sukawangi, Deden, berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah memprakarsai program tersebut.
"Karena dengan berdirinya SPPG di wilayah kami, pemerintahan desa dapat menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) dari gedung olahraga milik desa yang disewakan untuk dijadikan dapur MBG," ujar Deden.
Dari hasil sewa Rp 50 juta per tahun itu, kata Deden, PAD bertambah. Sehingga pemerintahan desa bisa menggunakan dana tersebut untuk alokasi lain seperti membantu para guru ngaji dan marbut masjid untuk mendapatkan insentif yang cukup.
Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Sukawangi, Alif, menyebutkan dapur SPPG yang dikelolanya mempekerjakan sebanyak 50 orang warga setempat.
"Seluruh pekerja, mulai dari juru masak, pengemasan, petugas keamanan, dan sopir merupakan masyarakat setempat. Mereka mendapatkan upah standar sesuai regulasi MBG," jelas Alif.
Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukawangi di Cianjur. Foto: Tim kumparan
Alif mengatakan, SPPG Sukawangi setiap harinya mendistribusikan sebanyak 1.300 paket bagi ibu hamil dan menyusui serta balita ditambah sebanyak 300 paket bagi anak sekolah dasar.
"Sekitar Rp 700 juta untuk dapat menjalankan SPPG, di antaranya untuk sewa tempat, dua unit mobil untuk distribusi MBG, dan beli peralatan memasak serta sarana penunjang lainnya untuk dapur," ucapnya.
Keberadaan SPPG di Sukawangi bukan hanya menguntungkan penerima manfaat, tetapi juga membuat roda ekonomi desa lebih hidup. Petani dan pelaku UMKM punya jalur pemasaran yang lebih jelas, sementara dapur SPPG membuka banyak pekerjaan baru bagi warga sekitar.
Pemerintah desa menilai perputaran uang yang tercipta dari kegiatan ini ikut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Trending Now