Status Gunung Burni Telong di Aceh Naik Jadi Waspada

25 November 2025 11:01 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 31 Desember 2025 16:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Status Gunung Burni Telong di Aceh Naik Jadi Waspada
Aktivitas kegempaan di Gunung Burni Telong (2623 mdpl) di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meningkat. Oleh karena itu, status gunung tersebut naik level menjadi Level II atau Waspada.
kumparanNEWS
Gunung Burni Telong di Aceh, naik status jadi Waspada. Foto: Dok. Badan Geologi
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Burni Telong di Aceh, naik status jadi Waspada. Foto: Dok. Badan Geologi
Aktivitas kegempaan di Gunung Burni Telong (2623 mdpl) di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, meningkat. Kini, status gunung tersebut naik level menjadi Level II atau Waspada.
"Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, maka tingkat aktivitas Gunung Burni Telong dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak tanggal 25 November 2025 pukul 09.00 WIB," demikian keterangan badan Geologi, Selasa (25/11).
Badan Geologi menjelaskan, pukul 00.30 WIB terjadi gempa Tektonik dengan Magnitude 4.3 yang berpusat 15 km timur laut Kabupaten Bener Meriah, Aceh, atau berada sekitar 16 km dari kawah Gunung Burni Telong.
"Kejadian gempa tersebut diikuti oleh peningkatan gempa vulkanik di Gunung Burni Telong, antara pukul 00.00 โ€“ 06.00 WIB telah terekam 18 kali gempa vulkanik dalam, 6 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh," kata Badan Geologi.
Peningkatan kegempaan saat ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas tektonik regional di sekitar G. Burni Telong. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jenis Gempa Tektonik Jauh maupun Gempa Tektonik Lokal di sekitar Gunung Burni Telong.
"Kondisi ini telah terjadi sejak bulan Juli 2025 dan telah terjadi 6 kali peningkatan gempa vulkanik dalam. Pengamatan visual menunjukkan aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati."
Gempa Harian G. Burni Telong periode 1 Juni - 25 November 2025 pukul 06.00 WIB. Foto: Dok. Badan Geologi
Badan Geologi menjelaskan, potensi bahaya Gunung Burni Telong dapat berupa erupsi yang dipicu oleh kejadian gempa tektonik di sekitarnya atau erupsi yang terjadi tanpa ada peningkatan kegempaan yang signifikan.
Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa hembusan gas-gas vulkanik di daerah sekitar tembusan solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.
"Masyarakat dan pengunjung/pendaki diimbau tidak mendekati area kawah Buri Telong dalam radius 1,5 km dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan," tutup Badan Geologi.
Trending Now