Sultan Bakal Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa di DIY yang Terdampak Bencana Sumatera

9 Desember 2025 10:24 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sultan Bakal Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa di DIY yang Terdampak Bencana Sumatera
Pemda DIY akan memberikan bantuan kepada para mahasiswa terdampak bencana ini.
kumparanNEWS
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan bantuan masing-masing Rp 1 miliar dari Pemda DIY untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan bantuan masing-masing Rp 1 miliar dari Pemda DIY untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendata mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang keluarganya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Pemda DIY akan memberikan bantuan kepada para mahasiswa terdampak bencana ini.
"Kami sudah kontak kampus-kampus di Yogyakarta sekiranya ada keluarga yang di Sumatera ini punya anak yang jadi mahasiswa di Yogya saya mohon untuk bisa kami mendapatkan nama-nama itu," kata Sri Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (9/12).
BNPB umumkan korban bencana Sumatera per 9 Desember 2025 siang. Foto: Dok. BNPB
Sultan bilang secara tradisi, Pemda DIY mesti membantu mahasiswa yang kebetulan di tempat asalnya mengalami bencana.
"Selama ini sudah selalu kita lakukan," katanya.
"Pada waktu gempa di Aceh, di Sumatera Barat, kita melakukan hal yang sama. Semoga harapan saya nggak ada (yang terdampak). Tapi kalau ada kami akan membantu kemungkinan orang tuanya sudah tidak mampu lagi mengirim kiriman untuk mereka belajar," katanya.
Bantuan yang diberikan rencananya dalam bentuk keringanan biaya kuliah.
"Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan. Tapi kalau masih punya problem ya (dilanjutkan)," bebernya.
Warga melintas di RSUD Aceh Tamiang luluh lantak akibat banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Foto: Erlangga Bregas Prakoso/ANTARA FOTO
"Seperti Aceh (saat ada bencana) dan sebagainya kan ada 340 [mahasiswa] kita bantu. Yang lain juga begitu. Di NTB maupun juga yang terakhir di Poso sama juga. Semua sama. Dari dulu memang itu yang kita lakukan," pungkasnya.
Musibah banjir, banjir bandang, dan longsor di tiga provinsi di Sumatera terjadi pada minggu keempat November. Hingga kini 962 orang dinyatakan meninggal dan 291 hilang. Rusaknya lingkungan dituding sebagai penyebab utama bencana, disumbang cuaca ekstrem akibat badai Senyar yang dahsyat.
Trending Now