Survei Indikator Soal Capres: Prabowo dan Dedi Mulyadi Teratas
8 November 2025 18:53 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Survei Indikator Soal Capres: Prabowo dan Dedi Mulyadi Teratas
Survei ini mencoba memetakan apa saja masalah-masalah mendesak yang harus diselesaikan pemimpin nasional, hingga memetakan siapa yang berpotensi memimpin di masa mendatang.kumparanNEWS

Lembaga survei Indikator mengeluarkan rilis survei nasional evaluasi publik atas kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, dengan periode survei tatap muka 20-27 Oktober 2025.
Survei ini mencoba memetakan apa saja masalah-masalah mendesak yang harus diselesaikan pemimpin nasional, hingga memetakan siapa yang berpotensi memimpin di masa mendatang.
"Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan," demikian pernyataan Indikator dalam rilisnya, dikutip pada Sabtu (8/11).
Berdasarkan survei, masalah paling mendesak untuk diselesaikan pemimpin nasional adalah pemberantasan korupsi. Angkanya mencapai 25,3%. Setelah itu, dua masalah lain yang perlu segera dibereskan adalah pengendalian harga kebutuhan pokok (22,3%) dan penyediaan lapangan pekerjaan (15,6%).
Menariknya, terdapat simulasi semi terbuka 25 nama calon presiden, dengan pertanyaan "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang ini, siapa yang akan ibu/bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini?"
Nama Prabowo Subianto menjadi teratas dengan perolehan 46,7%, dan selanjutnya adalah nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan 18,4%, dan dilanjutkan dengan nama eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (9%).
Setelahnya, berturut-turut nama-nama seperti Anies Baswedan, Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono, Ganjar Pranowo, Purbaya Yudhi Sadewa, Sherly Tjoanda.
Tingginya perolehan nama Prabowo dipicu faktor di mana 77,7% responden puas (17,3% di antaranya sangat puas) atas kinerja Prabowo.
Survei dengan metode multistage random sampling ini memiliki responden 1.220 orang. Margin of error-nya sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
