Susul Inggris, Portugal Akui Negara Palestina

22 September 2025 5:23 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susul Inggris, Portugal Akui Negara Palestina
Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menegaskan bahwa negaranya juga telah mengakui kenegaraan Palestina, Minggu (21/9).
kumparanNEWS
Seorang anak laki-laki Palestina berdiri di dekat sebuah rumah yang hancur akibat serangan udara Israel semalam, di Kota Gaza, 13 September 2025. Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak laki-laki Palestina berdiri di dekat sebuah rumah yang hancur akibat serangan udara Israel semalam, di Kota Gaza, 13 September 2025. Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menegaskan bahwa negaranya juga telah mengakui kenegaraan Palestina, Minggu (21/9). Portugal menyusul langkah Kanada, Inggris dan Australia yang telah mendeklarasikan dukungan jelang sidang umum PBB.
โ€œPengakuan terhadap negara Palestina adalah perwujudan dari garis kebijakan luar negeri Portugal yang mendasar, konsisten, dan fundamental,โ€ kata Rangel di markas besar PBB di New York, dilansir Aljazeera.
Pengakuan kenegaraan Palestina oleh Kanada dan Australia tampaknya telah dikoordinasikan dengan Inggris.
Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer usai menggelar pertemuan di Ruang Timur Gedung Putih, Washington, DC, Amerika Serikat, pada 27 Februari 2025. Foto: SAUL LOEB / AFP
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa negaranya secara resmi mengakui negara Palestina tak lama setelah pengumuman dari Ottawa dan Canberra.
Starmer mengatakan pengakuan tersebut akan โ€œmenghidupkan kembali harapan perdamaian bagi rakyat Palestina dan Israel serta solusi dua negara.โ€

Peran Inggris dalam Pendirian Israel

Inggris sendiri dalam sejarah memiliki peran utama dalam pendirian Israel di wilayah Palestina, dimulai dengan Deklarasi Balfour pada tahun 1917.
Deklarasi ini merupakan surat dari Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, kepada pemimpin komunitas Yahudi Inggris, Walter Rothschild. Surat ini secara resmi menyatakan dukungan pemerintah Inggris untuk pendirian "rumah nasional bagi orang-orang Yahudi" di Palestina.
Deklarasi Balfour dikeluarkan di tengah Perang Dunia I dan dianggap sebagai salah satu langkah geopolitik Inggris untuk mendapatkan dukungan Yahudi internasional.
Selain itu, langkah ini juga didasarkan pada kalkulasi politik untuk memperluas pengaruh Inggris di Timur Tengah setelah berakhirnya kekuasaan Kekaisaran Utsmaniyah.
Dukungan Inggris terhadap imigrasi Yahudi dan implementasi Deklarasi Balfour menimbulkan ketegangan yang meningkat antara populasi Yahudi dan Arab di Palestina. Hal ini memicu serangkaian pemberontakan dan kekerasan dari kedua belah pihak.
Trending Now