Tak Ada Restu AS saat Israel Serang Suriah

18 Juli 2025 14:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tak Ada Restu AS saat Israel Serang Suriah
Washington bahkan mengaku tak senang dengan aksi Israel.
kumparanNEWS
Dua warga melihat bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke markas besar militer dan kementerian pertahanan Suriah di Damaskus, Suriah, Rabu (16/7/2025). Foto: Bakr Alkasem/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Dua warga melihat bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke markas besar militer dan kementerian pertahanan Suriah di Damaskus, Suriah, Rabu (16/7/2025). Foto: Bakr Alkasem/AFP
Amerika Serikat (AS) tidak mendukung serangan Israel ke ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (16/7). Washington bahkan mengaku tak senang dengan aksi Israel, sekutu dekatnya.
Serangan Israel menargetkan mabes militer, Kementerian Pertahanan dan sekitar Istana Kepresidenan Suriah.
Israel berdalih serangan ditujukan sebagai dukungan terhadap minoritas Druze yang bentrok melawan milisi Bedouin (suku Badui) dibantu tentara Suriah di wilayah Sweida.
Lewat keterangan pers pada Kamis (17/7), jubir Kemlu AS, Tammy Bruce, atas nama pemerintah mengutuk aksi kekerasan di Suriah. Saat bersamaan dia memastikan tak ada restu AS terhadap aksi Israel ke negara tetangganya itu.
Jubir Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Tammy Bruce. Foto: Jim Watson/AFP
β€œTerkait intervensi dan aktivitas Israel. AS tidak mendukung serangan terbaru Israel,” ucap Bruce seperti dikutip dari Reuters.
β€œKami terlibat secara diplomatik dengan Israel dan Suriah di level tertinggi kedua untuk membahas krisis saat ini serta untuk mencapai kesepakatan antara dua negara berdaulat,” sambung eks presenter Fox ini.
Ilustrasi Peta Suriah dan Israel. Foto: Shutterstock
Bruce kemudian memilih tak berkomentar detail perihal operasi militer Israel di Suriah. Ia hanya menegaskan dari level tertinggi AS tak senang atas serangan Israel.
β€œSaya tidak akan membahas percakapan di masa mendatang atau masa lalu. Yang sedang kita hadapi sekarang adalah episode khusus ini, apa yang diperlukan, dan saya pikir kami sudah sangat jelas tentang ketidaksenangan kami, terutama Presiden, dan kami telah bekerja sangat cepat untuk menghentikannya,” papar Bruce.
Trending Now