Tangis Pecah Iringi Pemakaman Siswa SMP di Tangsel Diduga Korban Bullying
16 November 2025 15:56 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Tangis Pecah Iringi Pemakaman Siswa SMP di Tangsel Diduga Korban Bullying
MH dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong, Minggu (16/11). Keluarga dan teman sekolahnya iringi almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.kumparanNEWS

Isak tangis mengiringi prosesi pemakaman MH (13 tahun) di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong, Minggu (16/11). Siswa kelas VII SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) itu diduga menjadi korban bullying teman sekelasnya.
Sejumlah kerabat dekat serta teman sekolah almarhum turut mengiringi hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya. Nampak juga Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan ditemani Kadisdik Tangsel, Deden Deni.
Usai pemakaman, kakak sepupu almarhum, Rizky Fauzi, mengatakan kondisi kesehatan MH terus menurun sejak Selasa, 11 November 2025 dan dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
"Adik sepupu saya meninggal dunia masih di ruang ICU dari semenjak pas masuk ke RS Fatmawati di Jumat minggu lalu. Sebelumnya sempat dirawat di RS Colombus BSD. Kalau dari dokter sendiri pun belum bisa ungkap, karena adik sepupu masih koma," ujar Rizky, Minggu (16/11).
Rizky menuturkan, saat ini pihak keluarga belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, lantaran masih mengurus keperluan untuk pemakaman korban.
"Yang saya dengar KPAI mau memberi sanksi ke pihak sekolah. Kalau dari pihak keluarga belum melaporkan, karena kita lagi fokus ke sini (duka)," kata Rizky.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, yang juga mengantarkan jenazah korban ke liang lahat menyampaikan turut berduka.
"Kami dari Pemkot Tangsel mengucapkan turut berduka cita, mudah-mudahan almarhum diberi terang kubur, segala ibadah Hisyam diterima Allah. Kami mengucapkan turut berduka kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Pilar.
Pilar menuturkan, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel tengah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Polres Tangsel untuk mendalami kasus ini.
"Polres Tangsel sedang melakukan pendalaman lebih lanjut permasalahan ini," kata Pilar.
Pilar menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan sosialisasi dengan tiap kepala sekolah, komite, hingga dewan pendidikan untuk membahas satuan tugas (satgas) anti bullying di sekolah.
"Terkait bagaimana sekolah tidak ada lagi terjadinya perlakuan bullying terhadap siswa siswi di sekolah, kami sedang jalani," jelas Pilar.
Korban Bullying Alami Mata Rabun, Kaki Seperti Lumpuh
MH sebelumnya diberitakan menjadi korban bullying teman sekelasnya. Aksi bullying itu diduga telah terjadi sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Puncaknya, pada Senin (20/10), kepala korban dikabarkan dipukul menggunakan bangku berbahan besi.
Kakak korban, Rizki, menyebut setelah kejadian itu kondisi fisik adiknya menurun drastis. Tubuh siswa Kelas VII itu bahkan tak bisa digerakkan dengan baik, seperti lumpuh.
βYang paling parah, dipukul kursi di kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah. Kalau yang lainnya enggak pernah cerita, ini berani cerita karena sudah ngerasa sakit parah,β kata Rizki, Senin (10/11).
Rizki menyebut, adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel. Karena kondisinya semakin parah, kini adiknya telah dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
βKondisi sekarang sangat memprihatinkan. Badan sudah enggak bisa dibawa jalan, lemas semua seluruh tubuhnya, mata sedikit rabun, sering pingsan, dan enggak mau makan,β tandasnya.
