Tantangan Jadi Inspirasi, Meri dan Boyle Berbagi Cerita Lewat Alfability Menyapa

27 November 2025 10:13 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tantangan Jadi Inspirasi, Meri dan Boyle Berbagi Cerita Lewat Alfability Menyapa
Melalui kegiatan Alfability Menyapa, Alfamart menghadirkan kisah-kisah inspiratif karyawannya ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB).
kumparanNEWS
 Kegiatan Alfability Menyapa di SLBN 01 Jakarta. Foto: dok. Alfamart
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Alfability Menyapa di SLBN 01 Jakarta. Foto: dok. Alfamart
Siang itu, aula Sekolah Luar Biasa (SLB) 01 Jakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan siswa berseragam pramuka duduk tertib, beberapa masih membawa tas sekolah. Mereka bukan menunggu pelajaran tambahan, tetapi menyambut kehadiran dua alumni yang kembali ke sekolah untuk berbagi pengalaman.
Di antara para siswa, dua orang dewasa dengan seragam merah bercorak batik kuning menarik perhatian. Mereka adalah Meri Amelia (39) dan Boyle Fernando (37), penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Alfamart. Keduanya kembali ke sekolah tempat mereka tumbuh, untuk menceritakan perjalanan hidup yang penuh tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi adik-adik mereka.
Meri membuka sesi cerita. Di hadapan puluhan siswa, ia mengungkapkan dulu memiliki kekhawatiran tidak mampu bersaing maupun diterima di dunia kerja. Hingga suatu hari, sebuah unggahan lowongan kerja untuk penyandang disabilitas muncul di layar ponselnya.
β€œSaya ragu waktu itu. Apakah orang seperti saya bisa diterima bekerja di Alfamart,” ujar Meri melalui juru bahasa isyarat saat kick off kegiatan Alfability Menyapa di SLBN 01 Jakarta, Rabu (19/11).
Di ruangan itu, sejumlah siswa tampak fokus seakan merasakan kegelisahan yang sama. Namun keraguan itu seketika berubah ketika Meri mengungkapkan bahwa Ia sudah lima tahun bekerja sebagai karyawan gerai Alfamart.
β€œDi Alfamart, saya melayani konsumen dan menjalankan tugas seperti karyawan lainnya. Benefit yang saya dapatkan juga sama. Tidak ada perbedaan,” tambah Meri.
Cerita pun dilanjutkan oleh Boyle. Ia sudah tiga tahun bekerja di Alfamart dan mengungkapkan pengalaman yang membuatnya merasa diterima.
β€œSaya nyaman bekerja di Alfamart. Teman-teman selalu mendukung. Kalau saya kesulitan, mereka membantu dengan cara yang bisa saya pahami,” ungkap Boyle.
Di hadapan Meri dan Boyle, suasana di dalam aula pun perlahan berubah. Pada awalnya hening, perlahan mulai diisi rasa ingin tahu dan pertanyaan dari beberapa murid.

Alfability, Komitmen Inklusivitas dari Alfamart

Seorang siswa saat bertanya kepada dua narasumber, Meri dan Boyle. Foto: dok. Alfamart
Meri dan Boyle adalah dua dari ribuan teman disabilitas yang kini dapat bekerja tanpa perbedaan di Alfamart. Menyambut momentum Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember, Alfamart terus memperkuat komitmennya untuk membuka kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui kegiatan Alfability Menyapa, Alfamart menghadirkan kisah-kisah inspiratif ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini pun menjadi jembatan bagi para lulusan SLB yang kini berkarier di Alfamart untuk kembali ke sekolah asal dan berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya.
Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, apa pun keterbatasan yang dimiliki.
β€œAlfability Menyapa hadir di 10 Sekolah Luar Biasa di 10 kota, membawa cerita para lulusan yang kini bekerja di Alfamart. Kami berharap kisah mereka dapat memotivasi para siswa bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia kerja,” jelas Sunu di tempat terpisah.
Alfability Menyapa digelar di 10 kota, yakni Cilacap, Jakarta, Jambi, Jember, Luwu, Palembang, Parung, Semarang, Banjarmasin, dan Rembang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada 19-25 November 2025.
Sunu menambahkan, rangkaian kunjungan ini menjadi perjalanan menuju puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember mendatang, sekaligus mempertegas inklusivitas bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang berlangsung di Alfamart.
Program Alfability sudah berjalan sejak 2016. Mengadopsi kata ability yang berarti kemampuan, program inklusi ini membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi mereka. Alfamart pun berperan sebagai jembatan yang membantu mereka berkarya dan masuk ke dunia kerja.
Selama hampir satu dekade berjalan, program ini telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas dari berbagai latar belakang. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.129 penyandang disabilitas bekerja di Alfamart, dengan rincian 822 di gerai, 289 di pusat distribusi, hingga 18 bekerja di kantor.
Mereka hadir dalam lingkungan kerja Alfamart yang inklusif, mulai dari tunagrahita, tunanetra, tunadaksa, tunaruwi, hingga tunarungu wicara. Keberagaman ini memperlihatkan bagian dari budaya perusahaan yang menghargai potensi setiap karyawan tanpa terkecuali.
Dengan perjalanan panjang tersebut, Alfamart berharap Alfability dapat terus menjadi ruang bagi teman disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, membangun karier, dan berkontribusi secara lebih luas dalam dunia kerja.
Selain menghadirkan kisah-kisah inspiratif bagi para siswa, program ini juga dikemas dengan aksi sosial dari Alfamart melalui pemberian puluhan paket goodie bag berisi biskuit, susu, dan berbagai produk lainnya untuk para peserta.
Trending Now