Terduga Penculik Kenzie: Perempuan Bermasker, Naik Motor Skutik Warna Krem
14 November 2025 11:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Terduga Penculik Kenzie: Perempuan Bermasker, Naik Motor Skutik Warna Krem
Firda mengatakan, ada saksi yang merupakan warga sekitar sempat melihat Kenzie dibawa oleh seorang perempuan.kumparanNEWS

Muhammad Kenzie Alfarezzi hilang saat bermain di depan rumahnya di Dusun Danau, Kabupaten Bungo, Jambi pada 1 Septemer 2022. Tiga tahun berlalu, keberadaan Kenzie masih belum diketahui.
Kini, usia Kenzie sudah menginjak 6 tahun. Ibu Kenzie, Firda Muslimah (27) bercerita awal mula Kenzie hilang,
"Kenzie waktu itu lagi main di depan rumah, saya jualan di depan rumah, pagi hari," kata Firda saat dihubungi kumparan, Jumat (14/11).
Kenzie sempat tidak terpantau pandangan Firda. Saat itulah Kenzie hilang.
Keluarga langsung melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Pukul 03.00 WIB dini hari, keluarga melapor ke Polres Bungo.
Firda mengatakan, ada saksi yang merupakan warga sekitar sempat melihat Kenzie dibawa oleh seorang perempuan.
"Orang dusun kami (bilang) Kenzie naik motor dibonceng di depan sama perempuan," ucap Firda.
Motor yang dikendarainya Honda Scoopy (skuter matikβskutik) warna krem. Namun saksi tidak mengenali perempuan tersebut karena memakai masker.
"Nggak ada (petunjuk), soalnya saksi itu melihat dari belakang dan dia pun pake masker, perempuan itu sendirian," ujar Firda.
Polres Bungo hingga saat ini terus melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa 19 saksi. Polisi mengalami kesulitan karena petunjuk yang ditemukan minim.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menjelaskan sejumlah metode polisi dalam menguber penculik Kenzie.
"Jadi kita buka kembali, kita telusuri, kita panggil saksi yang melihat awalnya dulu," kata Natalena mengawali penjelasan, saat dihubungi kumparan, Kamis (13/11).
"Kemudian kita pakai sistem teknologi informasinya. Kita ambil cell dump saat 3 tahun waktu kejadian, dan sebelumnya. Cell dump itu secara teknisnya adalah siapa saja yang mengakses seluler baik data maupun BSN di titik koordinat area," ujar Natalena.
Tidak Ada CCTV
Mengapa polisi harus sampai melakukan metode itu? Ternyata, di lokasi kejadian tersebut tidak ada kamera CCTV.
"Jadi karena apa? Karena bukti petunjuk itu kami perlukan. Di mana di saat itu tidak ada CCTV, namanya dusun, ya. Dari situ kami upaya dari sisi yang lain kemudian akan kita analisis data siapa saja, yang jelas kami berangkat dari tim teknis Reskrim," ujar Natalena.
