Tergores di Lukisan Raden Saleh Siapa Sosok yang Menangkap Pangeran Diponegoro?

28 Juli 2025 14:57 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tergores di Lukisan Raden Saleh Siapa Sosok yang Menangkap Pangeran Diponegoro?
Lantas, siapa sosok yang digambarkan menangkap Pangeran Diponegoro itu?
kumparanNEWS
Ilustrasi Pangeran Diponegoro. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pangeran Diponegoro. Foto: Shutterstock
Banyak di antara publik yang mengetahui sejarah penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830. Salah satunya tergambar dari lukisan Raden Saleh.
Lukisan yang tergulirkan sangat heroik. Sang Diponegoro ditangkap seorang pria berambut pirang, digambarkan seorang Belanda.
Sementara rakyatnya, terlihat banyak yang menunduk. Melukiskan mereka ingin Pangeran Diponegoro dibebaskan.
Dilansir situs Cagar Budaya Kemendikbud, lukisan ini kemudian diberikan Raden Saleh kepada Raja Belanda, Willem III, untuk menggambarkan pandangan Raden Saleh atas penangkapan Pangeran Diponegoro.
Lantas, siapa sosok yang digambarkan menangkap Pangeran Diponegoro itu?
Ada cerita lisan yang menyebut bahwa pasukan Benjamin Thomas Sigarlah yang terlibat dalam upaya penangkapan Pangeran Diponegoro pada Maret 1830 di Magelang.
β€œDiponegoro hanya ingin menyerah kepada Pasukan Tulungan Minahasa,” tulis De Sumatra Post tanggal 12 September 1939).
Selain Benyamin Thomas Sigar, Dotulong sebagai komandan tertinggi Pasukan Tulungan dari Minahasa juga dianggap sebagai penangkap Diponegoro.
Karya-karya Raden Saleh. Foto: Andin Danaryati/kumparan
Benjamin Thomas Sigar akhirnya menjadi Hukum Besar alias Kepala Distrik Langowan dari 1848 hingga 1870. Jabatannya itu dijalankan dengan pangkat tituler sebagai Mayor.
Ada sumber lain yang menyebut, Diponegoro ditangkap oleh antek dari Jenderal De Kock yang memimpin Perang Jawa 1825-1830.
Diskusi 200 Perang Jawa di Perpusnas. Foto: Wisnu Prasetiyo/kumparan
Diskusi 200 Perang Jawa di Perpusnas. Foto: Wisnu Prasetiyo/kumparan
Operasi Jenderal de Kock mulai membuahkan hasil setelah menerapkan strategi Benteng Stelsel. Ia adalah taktik yang dibuat oleh Belanda untuk mempersempit daerah lawan dengan cara membangun benteng di setiap sudut kota yang telah mereka kuasai.
"Pada 8 Maret 1830, Pangeran Diponegoro berangkat menuju Metesih di Magelang dengan mengendarai kuda dan diiringi 80 pasukan kawal yang disetujui Belanda. Namun, prajuritnya ikut bergabung, yang membuat barisan menjadi lebih dari 800 orang," demikian kata Peter Carey, sejarawan asal Inggris.
Keberangkatan mereka juga diantarkan oleh rakyat yang berdiri di tepi jalan. Namun perundingan tak berhasil, hingga akhirnya Diponegoro ditangkap.
Trending Now