Terjadi Ledakan di Jalur Kereta Api Polandia Menuju Ukraina, PM Sebut Sabotase

17 November 2025 17:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terjadi Ledakan di Jalur Kereta Api Polandia Menuju Ukraina, PM Sebut Sabotase
Terjadi ledakan di jalur kereta api Polandia menuju Ukraina.
kumparanNEWS
Presiden Uni Eropa Donald Tusk Foto: REUTERS/Christian Hartmann
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Uni Eropa Donald Tusk Foto: REUTERS/Christian Hartmann
Ledakan terjadi di jalur kereta api Polandia menuju Ukraina. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut ledakan itu sebagai sabotase yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan berjanji akan segera menangkap pihak yang bertanggung jawab atas ledakan itu.
Dikutip dari Reuters, Senin (17/11), ledakan itu terjadi di jalur Warsawa-Lublin. Ledakan itu terjadi di tengah gelombang pembakaran, sabotase, dan serangan siber yang terjadi di Polandia dan negara Eropa lainnya sejak dimulainya perang di Ukraina.
Warsawa sebelumnya meminta Rusia bertanggung jawab dan menyatakan Polandia menjadi salah satu target terbesar Moskow atas perannya sebagai pusat bantuan ke Kiev. Rusia membantah terlibat dalam aksi sabotase yang dimaksud.
"Ledakan jalur kereta api di Warsawa-Lublin merupakan tindakan sabotase yang ditujukan terhadap keamanan Polandia dan warganya," kata Tusk dalam pernyataannya di X.
"Investigasi tengah berlangsung. Seperti kasus-kasus sebelumnya, kami akan menangkap para pelaku terlepas siapa yang mendukung mereka," lanjutnya.
Polisi setempat pada Minggu (16/11) mengatakan seorang masinis melaporkan kerusakan di rel kereta. Namun, otoritas belum dapat segera memastikan apakah kerusakan itu karena sabotase.
"Rute ini juga digunakan untuk mengangkut senjata ke Ukraina. Untungnya tidak ada tragedi yang terjadi, tapi implikasi hukumnya sangat serius," kata Tusk lagi.
Menteri Pertahanan Wladyslaw Kosiniak-Kamysz mengatakan militer telah memeriksa jalur kereta sepanjang 120 kilometer yang mengarah ke perbatasan Ukraina.
Pada Oktober lalu, Polandia dan Romania menahan 8 orang yang diduga merencanakan sabotase atas nama Rusia.
Trending Now