Terkuaknya Kasus Perusakan Makam di Bantul dan Yogya

20 Mei 2025 7:10 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terkuaknya Kasus Perusakan Makam di Bantul dan Yogya
Makam-makam yang berada di sejumlah TPU di Bantul dan Yogyakarta dirusak.
kumparanNEWS
Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Makam-makam yang berada di TPU Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul, beberapa di antaranya dirusak. Mulai dari nisan hingga bagian lainnya pecah.
Ada 10 makam bersalib di TPU Ngentak yang dirusak oleh orang tak dikenal. Tak hanya di TPU Ngentak, di TPU Ironayan dan Jaranan, juga mengalami hal serupa.
Kemudian, perusakan juga terjadi di TPU Baluwarti di Kampung Kembang Basen, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.
Kondisi 5 nisan yang dirusak orang tak dikenal di tempat pemakaman umum (TPU) Baluwarti, Kampung Kembang Basen, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Unit 3 Ngentak, Joko, menunjukkan salah satu makam yang dirusak OTK di makam umum Ngentak, Banguntapan, Bantul. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan sejauh ini sudah ada dua laporan ke pihaknya. Dari foto yang dibagikan Jeffry, yang dirusak adalah nisan salib.
"Yang sudah membuat laporan 2. Imbauannya bila ada lagi bisa dilaporkan ke polsek polres terdekat," bebernya, Senin (19/5).

Kata Sri Sultan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (15/11/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum tahu motif pelaku perusakan. "Saya nggak tahu motifnya, apa saya nggak tahu," kata Sri Sultan kepada wartawan, Senin (19/5).
Sultan mengatakan kejadian ini mengingatkan dirinya pada kasus perusakan makam yang pernah terjadi bertahun-tahun lalu.
"Berarti ini kembali ke sekian tahun yang lalu kan juga pernah terjadi hal seperti itu. Tapi saya nggak tahun motifnya apa perusakan itu," bebernya.
Sultan tak mau berspekulasi soal kasus ini. Ia pun menyerahkan kasus ini ke aparat hukum untuk menangani.
"Ya coba nanti kalau memang sudah kasus itu ditangani, masalahnya apa. Saya ndak (tidak) berani komentar takut kleru (salah) memberi tahu kepada publik saya nggak tahu persoalannya kenapa melakukan perusakan," jelasnya.

Polisi Periksa Saksi-CCTV

Kondisi 5 nisan yang dirusak orang tak dikenal di tempat pemakaman umum (TPU) Baluwarti, Kampung Kembang Basen, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Terkait perusakan makam di TPU Baluwarti, polisi memeriksa sejumlah saksi mulai dari juru kunci hingga ahli waris.
"Memeriksa juru kunci, kemudian dua ahli waris, yang satu ahli waris mewakili dua almarhum, yang dua ahli waris hari ini (pemeriksaan) karena masih kesibukan," kata Kapolsek Kotagede AKP Basungkawa melalui sambungan telepon, Senin (19/5).
Basungkawa menuturkan, di TPU Baluwarti pelaku merusak 4 papan makam dan 1 nisan. Basungkawa meminta masyarakat jangan mengaitkan hal ini ke isu SARA.
"Enggak ada (hubungan dengan SARA). Nanti mudah-mudahan bisa terungkap, ini masih kita diselidiki, mendalami, CCTV, dan sebagainya," tuturnya.

Pelaku Perusak Makam di Bantul & Yogya Ditangkap

Polisi berhasil menangkap remaja berinisial ANFS (16) yang merusak nisan makam di Banguntapan, Kabupaten Bantul dan Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (19/5/2025). Foto: Dok. Polres Bantul
Akhirnya, polisi berhasil menangkap pelaku perusakan makam di Bantul dan Kota Yogyakarta. Pria itu adalah ANFS (16 tahun) warga Pringgolayan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Dia ditangkap oleh Polsek Kotagede, DIY. Polsek Kotagede kemudian koordinasi dengan Polsek Banguntapan, Bantul. Pelaku sudah diamankan di Polresta Yogya.
"Pada pukul 15:00 WIB hari Senin tanggal 19 Mei 2025 penyelidik berhasil mengamankan terduga pelaku di rumah terduga pelaku," kata Jeffry Prana Widnyana.
Identitas pelaku terungkap dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan polisi. Pelaku ini sering bepergian ke luar rumah dengan cara jalan kaki serta tidak membawa alat komunikasi apa pun.
"Terduga pelaku mengakui perbuatan pengerusakan makam di wilayah (makam) Baluwarti Purbayan Kotagede Yogyakarta, serta makam Banguntapan, Bantul," jelasnya.
Dari tangan pelaku, diamankan kaus yang dikenakan pelaku, celana, hingga bongkahan batu berukuran 30 cm X 20 cm.
Sementara soal penyebab pelaku merusak nisan makam masih diselidiki. "Masih penyelidikan penyebabnya," tuturnya.
Trending Now