Tiga Negara Ini Batasi hingga Larang Pekerjaan Rumah untuk Siswa
5 Juni 2025 19:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Tiga Negara Ini Batasi hingga Larang Pekerjaan Rumah untuk Siswa
Ada berbagai alasan larangan itu berlaku. Salah satunya Polandia.kumparanNEWS

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Rabu (4/6) mengumumkan larangan sekolah di Jawa Barat untuk memberikan PR (Pekerjaan Rumah) kepada siswanya.
Menurutnya, kebanyakan PR yang diberikan kepada siswa dikerjakan oleh orang tua, sehingga kurang efektif dalam pelaksanaannya.
โKami hari ini mengeluarkan surat edaran itu, larangan membuat PR bagi guru untuk siswa-siswanya. Kenapa itu dilakukan? Pertama, selama ini PR-PR yang dibuat ke rumah itu dikerjakan oleh orang tuanya, jadi tidak efektif dibuat PR," kata Dedi.
Penelusuran kumparan, apa yang dilakukan Dedi punya sedikit kemiripan dengan kebijakan berbagai negara lain baik di Eropa mau pun Asia.
Bukannya melarang secara penuh, beberapa negara membatasi pekerjaan rumah tapi ada juga melarang secara penuh. Di mana saja negara yang memberlakukan pembatasan itu? berikut daftarnya:
1. Polandia
Kebijakan melarang PR diumumkan Polandia pada 2024. Ketika itu Perdana Menteri Donald Tusk melarang PR sebagai bentuk modernisasi sistem pendidikan di negaranya.
Lewat dekrit, Tusk melarang PR bagi siswa kelas 1 sampai 3. Sedangkan kelas empat sampai seterusnya PR sifatnya opsional.
2. Finlandia
Finlandia merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Di Finlandia sekolah dimulai dari usia tujuh tahun.
Dikutip dari Quart, tenaga pengajar tidak banyak memberikan PR kepada siswa. Tak hanya itu para pelajar tidak juga diberikan serangkaian ujian.
Menurut kepala unit pendidikan di OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) Andreas Schleicher sistem pendidikan di Finlandia terapkan produktivitas belajar.
3. China
Pada 2021 Pemerintah China mengesahkan aturan mengurangi pekerjaan rumah dan bimbingan belajar pada siswa. Kebijakan itu diambil agar siswa di China tidak menghadapi tekanan ganda.
Kantor berita Xinhua mengumumkan dengan adanya aturan itu maka setiap pemerintah daerah wajib mengurangi beban siswa. Orang tua juga diminta untuk mengatur waktu siswa beristirahat dan berlatih.
Para orang tua juga diminta membatasi anak menghabiskan waktu bermain internet.
