Titiek: Pengusaha Cari Makan Lain, Tanam Padi-Jagung Kek, Jangan Tebang Pohon

4 Desember 2025 19:54 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Titiek: Pengusaha Cari Makan Lain, Tanam Padi-Jagung Kek, Jangan Tebang Pohon
Titiek Soeharto menilai, salah satu faktor yang memicu bencana di Aceh-Sumatera adalah karena kerusakan lingkungan.
kumparanNEWS
Warga berdiri di atas pohon yang terbawa banjir bandang di Batang Toru, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). Foto: Binsar Bakkara/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Warga berdiri di atas pohon yang terbawa banjir bandang di Batang Toru, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). Foto: Binsar Bakkara/AP Photo
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto sangat prihatin atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Titiek menilai, salah satu faktor yang memicu bencana tersebut adalah karena kerusakan lingkungan. Ia menyoroti penebangan pohon secara ilegal oleh oknum.
β€œKita lihat sendiri pohon-pohon yang begitu besar, yang perlu puluhan tahun, ratusan tahun untuk sebesar itu, dipotongin oleh orang-orang yang tidak punya perasaan gitu ya untuk motong itu,” ujar Titiek kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (4/12).
Politisi Gerindra itu meminta para pengusaha yang selama ini bergerak di sektor kehutanan agar berhenti menebang pohon. Ia meminta mereka agar beralih ke menanam tanaman yang tidak merusak lingkungan.
Seorang perempuan berjalan di antara batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Ia mendesak Kementerian Kehutanan untuk mengambil langkah konkret menghentikan seluruh aktivitas penebangan, baik yang berstatus ilegal maupun legal, jika terbukti merugikan masyarakat luas.
"Intinya, kami minta kepada Kementerian Kehutanan untuk menghentikan segala pemotongan pohon, illegal logging, baik legal maupun ilegal yang nyata-nyata merugikan masyarakat," tutup dia.
Tim penyelamat Manca Rahwanto, 40 tahun, bersama rekan-rekannya mencari korban di daerah terdampak banjir bandang yang mematikan setelah hujan deras di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Sementara Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, angka deforestasi hutan berkurang pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
β€œKondisi deforestasi hutan kita. Pada 2025, deforestasi Indonesia hingga bulan September, saya tegaskan sampai bulan September, karena kami akan ukur kembali di akhir Desember, deforestasi Indonesia hingga bulan September menurun sebesar 49.700 hektare jika dibandingkan tahun 2024. Atau menurun 23,01%,” kata Raja Juli.
Ia mengatakan, angka penurunan deforestasi hutan itu juga termasuk 3 provinsi yang terdampak banjir dan longsor yakni Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Trending Now