Titiek Tak Mau Moratorium Penebangan Pohon Sumatera: Kami Mau Disetop, Hentikan!

4 Desember 2025 18:54 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Titiek Tak Mau Moratorium Penebangan Pohon Sumatera: Kami Mau Disetop, Hentikan!
Titiek Soeharto menyoroti besarnya kerugian yang diderita masyarakat akibat hilangnya fungsi pohon atau hutan sebagai resapan air.
kumparanNEWS
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto usai mengikuti rapat digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (4/12/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto usai mengikuti rapat digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (4/12/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendesak Kementerian Kehutanan mengambil langkah tegas terkait kerusakan hutan yang memicu bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
Titiek mengatakan, langkah penghentian sementara atau moratorium penebangan hutan masih punya celah untuk dilakukan penebangan pohon di masa depan.
"Jadi kalau mau bilang moratorium, moratorium itu kan disetop sementara, nanti bisa dihidupin lagi. Kami maunya supaya itu tidak ada lagi penebangan-penebangan," ujar Titiek kepada wartawan usai rapat bersama Kemenhut pada Kamis (4/12).
Foto udara warga melintasi material longsor berupa tanah, batu dan pohon yang menutupi jalan lintas antar Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah di kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh, Minggu (30/11/2025). Foto: Abiyyu/ANTARA FOTO
Seorang perempuan berjalan di antara batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Seorang pria berdiri di tengah batang-batang pohon yang terdampar di pantai setelah banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan, di Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Politisi Gerindra itu menyoroti besarnya kerugian yang diderita masyarakat akibat hilangnya fungsi pohon atau hutan sebagai resapan air.
Menurutnya, keuntungan dari penebangan pohon itu hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara rakyat menanggung derita bencana.
"Intinya, kami minta kepada Kementerian Kehutanan untuk menghentikan segala pemotongan pohon, illegal logging, baik legal maupun ilegal yang nyata-nyata merugikan masyarakat," ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan Komisi IV bakal membentuk panitia kerja (Panja) alih fungsi lahan untuk memastikan tidak ada lagi penebangan liar.
"Kemudian kami juga dari Komisi IV akan membentuk Panja alih fungsi lahan. Jadi untuk supaya bisa membahas lebih lanjut lagi apa-apa ke depannya yang boleh dan tidak boleh dilakukan," tandasnya.
Trending Now