Tito Minta Tambah BKO TNI-Polri ke Sumatera: Pembersihan Lumpur Harus Dipercepat

10 Januari 2026 13:42 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tito Minta Tambah BKO TNI-Polri ke Sumatera: Pembersihan Lumpur Harus Dipercepat
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, meminta adanya tambahan personel TNI-Polri untuk ditugaskan ke daerah bencana Sumatera.
kumparanNEWS
Prajurit TNI membersihkan lumpur di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI membersihkan lumpur di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian, meminta adanya tambahan personel TNI-Polri untuk ditugaskan ke daerah bencana Sumatera.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1).
Menurut Tito, perbantuan personel tersebut diperlukan dalam rangka mempercepat pembersihan lumpur yang terbawa banjir.
"Di daratan itu di gang-gang, rumah-rumah, toko, dan lain-lain, ini harus dibersihkan. Nah untuk itu, kekuatan yang ada menurut pendapat saya harus ditambah, tambahan BKO TNI dan Polri," kata Tito.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat bersama pemerintah dan Satgas Pemulihan Bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. DPR RI
Tito mengaku sudah meminta tambahan personel kepolisian secara langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, hal tersebut belum bisa dipenuhi karena fokus Polri sempat untuk kelancaran Natal dan Tahun Baru.
Sekarang permintaan penambahan personel polisi kembali dilakukan. Apalagi, saat ini sudah mendekati masa bulan suci Ramadan.
"Nah sekarang Nataru udah selesai. Mumpung sebelum Ramadan. Sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja. Fisik ini kerjanya, fisik ini. Jadi harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," ungkap Tito.
Untuk personel kepolisian, Tito mengaku minta tambahan sebanyak 5 ribu orang. Sementara, untuk TNI, Tito meminta tambahan sebanyak 10 ribu.
Trending Now