Tito soal Huntap Korban Bencana Sumatera: 15 Ribu dari Danantara-2.600 Swasta

29 Desember 2025 12:17 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tito soal Huntap Korban Bencana Sumatera: 15 Ribu dari Danantara-2.600 Swasta
Tito terus menyiapkan data akurat agar bantuan para korban bencana Sumatera sampai pada orang yang tepat.
kumparanNEWS
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Mendagri, Tito Karnavian, mengungkapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera masih berproses. Sudah ada ribuan lebih huntap yang dibangun.
Tito menjelaskan, pembangunan huntap ini terbagi menjadi 3 klaster. Pertama adalah huntap yang dibangun oleh Danantara.
"Yang pertama adalah dari Danantara sebanyak 15 ribu," kata Tito dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).
Mendagri Tito Karnavian memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Kemudian, Tito menambahkan, ada juga huntap yang dibangun oleh Kementerian PKP menggunakan APBN. Tito belum merinci jumlahnya. Namun dia menyebut, total huntap yang dibangun Kementerian PKP lebih banyak dari Danantara.
"Setelah itu ada konsep gotong royong, artinya pihak-pihak yang ingin membantu. Di antaranya ada satu yang sudah membantu sebanyak 2.600 dan sudah groundbreaking minggu lalu," ujar dia.
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dia menjelaskan, selama pembangunan huntap ini, para korban bencana juga disediakan hunian sementara. Para korban juga bisa mendapatkan kompensasi uang.
"Untuk yang (rumah korban) rusak berat, itu nanti akan disiapkan hunian sementara. Ada yang hunian sementara disiapkan. Ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan ingin (tinggal) di rumah keluarganya, ada pilihannya," paparnya.
Trending Now