TNI AD: Situasi Jakarta dan Seluruh Wilayah Indonesia Kondusif

20 September 2025 10:40 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TNI AD: Situasi Jakarta dan Seluruh Wilayah Indonesia Kondusif
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menyebut situasi Indonesia sudah kondusif usai serangkaian kerusuhan pada akhir Agustus 2025 lalu.
kumparanNEWS
Kadispenad, Brigjen Wahyu Yudhayana di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kadispenad, Brigjen Wahyu Yudhayana di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menyebut situasi Indonesia sudah kondusif usai serangkaian kerusuhan pada akhir Agustus 2025 lalu.
β€œ[Situasi] Kondusif. Kalau TNI AD mengatakan saat ini situasi Ibu Kota dan seluruh wilayah Tanah Air, kita pastikan situasi kondusif,” ucap Wahyu saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/9).
Walaupun situasi sudah dinilai kondusif, Wahyu menyebut TNI masih tetap berjaga sampai tenggat waktu yang belum ditentukan. Adapun pengamanan dari mereka ini merupakan perbantuan untuk polisi.
β€œKita sama-sama melihat asesmen berkaitan dengan perkembangan situasi yang ada. Jadi nanti berkaitan dengan tenggat waktu tentu, atas dasar masukan asesmen dari masing-masing pihak kita, dari pihak TNI, TNI Angkatan Darat, juga memberikan asesmen, memberikan masukan tentang situasi yang ada di lapangan, rekan-rekan kepolisian juga memiliki asesmen,” ucap Wahyu.
β€œNanti masing-masing instansi terkait, dari otoritas sipil maupun dari lembaga tertentu yang mendapatkan pengamanan dari internal, dari kepolisian, dari BKB TNI juga akan memberikan asesmen,” tambahnya.
Usai asesmen tersebut dipelajari, Wahyu menjelaskan, penarikan prajurit TNI baru akan ditentukan.
β€œNanti dari sama-sama akan dibuat suatu kesimpulan bagaimana proses selanjutnya. Apakah masih berlanjut dengan pertimbangan ini, dengan pengaturan seperti ini, pengurangan kekuatan, pengurangan waktu, atau selesai,” ucap Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menjawab soal pengamanan oleh TNI yang dianggap berlebihan oleh publik. Terutama pengamanan di gedung DPR dan gedung pemerintahan lainnya.
Wahyu menyebut, pengamanan oleh TNI ini sudah sesuai dengan perundang-undangan, di mana salah satu tugas TNI di luar perang adalah membantu polisi dalam pengamanan.
β€œAda 14 tugas TNI, termasuk TNI AD di dalamnya dalam operasi militer selain perang. Di dalam tugas-tugas itu ada kita memberikan perbantuan kepada kepolisian, perbantuan kepada pemerintah daerah. Termasuk pengamanan objek vital,” ucap Wahyu.
β€œDan manakala kita mendapat permintaan dari pemerintah daerah, dari otoritas sipil, dari kepolisian membantu melaksanakan pengamanan suatu kegiatan, suatu situasi termasuk suatu area tentu kita laksanakan. Jadi yang dilaksanakan oleh TNI dan TNI AD itu sesuai dalam regulasi, sesuai dengan UU, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Wahyu menilai, pengamanan oleh TNI ini bukan bertujuan untuk mengambil alih pengamanan dari kepolisian.
β€œKita tidak mengambil alih. Tetap sesuai dengan bidang masing-masing, pengamanan internal, bagian-bagian tersebut. Rekan-rekan dari kepolisian tetap pada lokasi tertentu, pada situasi tertentu, pada kondisi tertentu kita diminta membantu, kita bantu. Kita juga memberikan asesmen,” ucap Wahyu.
β€œJadi tidak ada yang dilanggar, tidak ada yang dilanggar berkaitan dengan peran kita mendukung keamanan beberapa objek untuk meyakinkan situasi kondusif. dan nanti pada saatnya apabila memang situasi sudah dinilai kondusif, pengamanan dikembalikan kepada pengamanan internal masing-masing bagian dengan rekan-rekan kepolisian,” tandasnya.
Trending Now