TNI Bubarkan Aksi Pembawa Bendera GAM di Lhokseumawe, Tangkap 1 Orang

25 Desember 2025 18:55 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TNI Bubarkan Aksi Pembawa Bendera GAM di Lhokseumawe, Tangkap 1 Orang
Kelompok itu terlihat membawa bendera dan kain menyerupai simbol GAM sambil meneriakkan seruan di tepi jalan, sehingga menyebabkan kemacetan sesaat.
kumparanNEWS
Danrem membubarkan masa aksi yang mengibarkan bendera GAM. Foto: Dok. Danrem 011/Lilawangsa
zoom-in-whitePerbesar
Danrem membubarkan masa aksi yang mengibarkan bendera GAM. Foto: Dok. Danrem 011/Lilawangsa
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran membubarkan aksi sekelompok orang yang membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (25/12/2025).
Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas karena dilakukan di badan jalan. Kelompok itu terlihat membawa bendera dan kain menyerupai simbol GAM sambil meneriakkan seruan di tepi jalan, sehingga menyebabkan kemacetan sesaat dan menghambat aktivitas pengguna jalan.
Kolonel Inf Ali Imran turun langsung ke lokasi bersama prajurit TNI. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dan harus segera dihentikan demi menjaga ketertiban serta keamanan masyarakat.
Spanduk, bendera, dan umbul-umbul yang dibawa massa kemudian diserahkan dan diamankan. Setelah itu, kelompok tersebut membubarkan diri.
Di tengah proses pembubaran, aparat TNI mengamankan seorang pria yang diduga sebagai provokator. Pria tersebut membawa sebuah tas selempang yang setelah diperiksa berisi satu pucuk senjata api jenis pistol dan satu senjata tajam berupa rencong.
Danrem membubarkan masa aksi yang mengibarkan bendera GAM. Foto: Dok. Danrem 011/Lilawangsa
Sebelum diamankan, pria itu diduga memprovokasi massa untuk melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat dihampiri aparat.
Namun, seorang warga setempat berhasil menahan yang bersangkutan hingga akhirnya diamankan oleh personel TNI. Pelaku beserta barang bukti senjata api dan senjata tajam kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian yang turut berada di lokasi untuk penanganan lebih lanjut.
Ali Imran mengatakan sekitar satu jam setelah kejadian, situasi di lokasi kembali kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal. Sejumlah warga mengaku tidak mengenali kelompok tersebut dan menyebut mereka bukan berasal dari lingkungan setempat.
Trending Now