Trinidad Tobago Perketat Lockdown Akibat Lonjakan Penularan COVID-19
4 Mei 2021 7:42 WIB

Trinidad Tobago Perketat Lockdown Akibat Lonjakan Penularan COVID-19
Trinidad dan Tobago memperketat lockdown selama tiga minggu mulai Senin (3/5). kumparanNEWS

Trinidad Tobago memperketat lockdown selama tiga minggu mulai Senin (3/5). Sebab negara di Kepulauan Karibia itu baru saja menyentuh rekor jumlah kasus COVID-19 tertinggi dan berpotensi mengalami kekurangan tempat tidur di rumah sakit.
"Sistem perawatan kesehatan kami sekarang dalam bahaya akibat dibanjiri tingkat infeksi [COVID] yang terjadi," kata Perdana Menteri Keith Rowley dikutip dari Reuters, Selasa (4/5).
Rowley menegaskan, selama lockdown kini hanya bisnis dan layanan penting yang dapat beroperasi dengan jam buka terbatas. Seperti supermarket, apotik dan layanan keuangan yang dinilai merupakan sektor energi dan manufaktur utama.
Sejak pekan lalu, pusat perbelanjaan, bioskop, teater, restoran, bar, tempat ibadah, salon kecantikan dan pusat kebugaran sudah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona. Sedangkan bisnis ritel dan makanan non-esensial lainnya seperti pedagang kaki lima ditutup mulai Senin tengah malam, seperti yang telah diimbau.
Secara umum, negara berpenduduk lebih dari 1,3 juta orang itu berhasil mengendalikan penyebaran COVID-19 tahun lalu. Kini Trinidad dan Tobago memiliki total 11.313 kasus positif dan 174 kematian sejak pandemi berlangsung, namun jumlah ini tak sampai setengah rata-rata global per kapita.
Meski begitu, belakangan terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Trinidad dan Tobago yang saat ini memiliki 2.506 kasus positif. Pejabat setempat memperingatkan, sistem perawatan kesehatan negara tersebut bisa kewalahan dalam 10 hari apabila tren kenaikan kasus COVID-19 terus berlanjut.
Belum lagi varian baru P1 Brasil yang lebih cepat menular sudah masuk ke negara tersebut dan menjadi perhatian khusus. Kasus pertama varian baru ini diidentifikasi dari seorang migran Venezuela.
Sementara negara kepulauan kecil Karibia, termasuk Trinidad dan Tobago, mengeluhkan akses global yang tidak adil terkait vaksin corona.
Negara-negara ini seringkali dianggap tidak memiliki nilai finansial atau politik untuk mencapai kesepakatan kerja sama vaksin.
Hingga saat ini, baru 42.455 orang di Trinidad dan Tobago yang telah divaksinasi corona.
