Trump Ancam Akan Kembali Serang Venezuela

5 Januari 2026 15:48 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trump Ancam Akan Kembali Serang Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melancarkan serangan lain terhadap Venezuela, jika tak ada kerja sama dalam membuka industri minyak AS dan menghentikan perdagangan narkoba.
kumparanNEWS
Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump diapit Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, saat meninjau operasi militer AS di Venezuela, dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1). Foto: @realDonaldTrump via reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melancarkan serangan lain terhadap Venezuela jika mereka tak mau kerja sama.
Dikutip dari Reuters, kerja sama yang dimaksud Trump ialah kesediaan pemerintahan sementara Venezuela dalam membuka industri minyak AS dan menghentikan perdagangan narkoba.
Trump juga mengancam akan melancarkan operasi militer di Kolombia dan Meksiko, dengan menyebut rezim komunis Kuba “tampaknya siap runtuh” dengan sendirinya.
Atas hal itu, Kedutaan Besar Kolombia dan Meksiko di Washington belum memberikan tanggapan.
Rencana Trump itu disampaikan menjelang kehadiran Presiden Venezuela Nicolas Maduro di pengadilan AS di New York yang dijadwalkan pada Senin (5/1) waktu AS. Pascaoperasi penggerebekan militer di Caracas pada Sabtu (3/1), Maduro ditahan.
Para pejabat pemerintahan Trump menilai, penangkapan itu sebagai sebuah tindakan penegakan hukum untuk meminta pertanggungjawaban Maduro atas tuduhan konspirasi narkoterorisme pada 2020.
Meski begitu, Trump menegaskan faktor lain turut berperan. Penggerebekan itu disebut dipicu oleh masuknya imigran Venezuela ke AS dan keputusan negara itu untuk menasionalisasi kepentingan minyak AS beberapa dekade lalu.
“Kita mengambil kembali apa yang mereka curi,” tegasnya di atas pesawat Air Force One saat kembali ke Washington dari Florida pada Minggu (4/1).
Trump mengatakan perusahaan minyak akan kembali ke Venezuela dan membangun kembali industri perminyakan negara. “Mereka akan menghabiskan miliaran dolar dan akan mengambil minyak dari dalam tanah,” kata dia.

Pemerintahan Maduro Tetap Tegak-Pejabat Menentang AS

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Foto: Juan BARRETO / AFP
Sebagai pemimpin interim Venezuela, Wakil Presiden Delcy Rodriguez menuturkan, Maduro tetaplah Presiden. Delcy juga membantah klaim Trump ihwal dirinya bersedia bekerja sama dengan AS.
“Hanya ada satu Presiden di negara ini, namanya adalah Nicolas Maduro,” tegas dia pada Minggu (4/1), sebagaimana dilansir Al Jazeera.
“Kami menyerukan kepada rakyat tanah air untuk tetap bersatu karena apa yang dilakukan terhadap Venezuela dapat dilakukan terhadap siapa pun. Penggunaan kekerasan brutal untuk membengkokkan kehendak rakyat dapat dilakukan terhadap negara mana pun,” imbuh dia.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) melambaikan tangan di samping istrinya Cilia Flores (kiri) selama demonstrasi Hari Pemuda di Caracas pada 13 November 2025. Foto: Juan BARRETO / AFP
Maduro dituduh memberi dukungan pada kelompok-kelompok perdagangan narkoba besar, seperti Kartel Sinaloa dan Geng Tren de Aragua. Ia membantah tuduhan-tuduhan itu.
Jaksa Penuntut mengatakan, Maduro mengarahkan rute perdagangan kokain, menggunakan militer sebagai perlindungan pengiriman, melindungi kelompok-kelompok perdagangan narkoba, dan menggunakan fasilitas kepresidenan untuk memindahkan narkoba.
Rentetan tuduhan itu pertama kali diajukan pada 2020, kemudian diperbarui pada Sabtu (3/1) untuk menjebloskan sang istri, Celia Flores dengan tuduhan memerintahkan penculikan dan pembunuhan.
Trending Now