Trump Janjikan Kapal Selam Nuklir ke Australia Usai Dapat Tanah Jarang
21 Oktober 2025 14:39 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Trump Janjikan Kapal Selam Nuklir ke Australia Usai Dapat Tanah Jarang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meneken perjanjian pengelolaan tanah jarang dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Senin (20/10).kumparanNEWS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meneken perjanjian pengelolaan tanah jarang dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Senin (20/10).
Australia merupakan sekutu AS. Usai meneken kesepakatan, Trump menjanjikan Australia kapal selam tenaga nuklir.
Kesepakatan antara Trump dan Albanese dilakukan di Gedung Putih. Albanese berada di AS dalam rangka kunjungan kenegaraan resmi.
βKesepakatan mineral tanah jarang ini akan menghasilkan proyek mineral penting senilai USD 8,5 miliar di Australia dan membawa hubungan ke tingkat selanjutnya,β ucap Albanese seperti dikutip dari Reuters.
Albanese memuji melimpahnya mineral tanah jarang di negaranya sebagai cara melonggarkan pengaruh China. Sebab, China masih memegang pasokan tanah jarang dunia yang vital bagi produksi teknologi.
Menurut data pemerintah, Australia adalah produsen litium, kobalt dan mangan yang terbesar di dunia, yang digunakan dalam berbagai hal seperti semikonduktor, perangkat keras pertahanan, mobil listrik sampai turbin angin.
Adapun dalam pernyataan resminya, Trump berkomitmen memberikan kapal selam nuklir kepada Australia, usai kesepakatan tanah karang disepakati. Rencananya Australia akan mendapatkan tiga kapal selam tenaga nuklir kelas Virginia.
βKapal selam akan mulai kami bangun untuk Australia akan benar-benar berjalan lancar,β kata Trump.
Kesepakatan kapal selam nuklir Australia merupakan kelanjutan dari perjanjian pakta pertahanan AUKUS yang disepakati pada 2021. Selain Australia, Amerika Serikat dan Inggris adalah anggota AUKUS.
Keberlanjutan AUKUS membuat Australia bernapas lega. Sebab, AUKUS disepakati oleh Presiden AS terdahulu Joe Biden yang kerap berseteru dengan Trump.
Pada Juni 2025, Trump bahkan menyinggung siap meninjau kembali AUKUS apakah pakta pertahanan ini sejalan dengan agenda America First yang diusungnya atau tidak.
