Trump Minta Kedubesnya Tak Kritik Pemilu Negara Lain, Kecuali Ada Kepentingan AS

21 Juli 2025 16:15 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trump Minta Kedubesnya Tak Kritik Pemilu Negara Lain, Kecuali Ada Kepentingan AS
Dokumen berisi perintah ini ditandatangani oleh Menlu AS Marco Rubio. Ini merupakan perwujudan dari kebijakan yang dibawa Trump, yakni 'America First'.
kumparanNEWS
Model topi "Make America Great Again" yang rusak tergeletak di aspal saat orang-orang berkumpul di Black Lives Matter Plaza di Washington, AS, Selasa (3/11). Foto: HANNAH MCKAY/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Model topi "Make America Great Again" yang rusak tergeletak di aspal saat orang-orang berkumpul di Black Lives Matter Plaza di Washington, AS, Selasa (3/11). Foto: HANNAH MCKAY/REUTERS
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melarang kedubes dan konsulatnya di seluruh dunia untuk mengkritik pemilu yang berlangsung di negara lain, kecuali terdapat kepentingan Negeri Paman Sam terdampak akibat itu.
Mengutip AP pada Senin (21/7), dalam instruksi baru yang dikeluarkan pada Kamis 17 Juli lalu, Kemlu AS meminta kantor-kantor perwakilan agar menahan diri dari mengeluarkan pernyataan yang dapat menyinggung ideologi negara lain.
β€œSesuai dengan penekanan pemerintah pada kedaulatan nasional, departemen akan berkomentar secara publik tentang pemilu hanya jika ada kepentingan kebijakan luar negeri AS yang jelas dan mendesak untuk melakukannya,” ujar pernyataan tersebut.
Dokumen berisi perintah ini ditandatangani oleh Menlu AS Marco Rubio. Ini merupakan perwujudan dari kebijakan yang dibawa Trump, yakni 'America First'.
β€œKetika pantas untuk mengomentari pemilu di luar negeri, pesan kita harus singkat, berfokus pada ucapan selamat kepada kandidat yang menang, dan, jika sesuai, mencatat kepentingan kebijakan luar negeri bersama,” sambungnya.
Rubio pun menyatakan apabila harus berkomentar, isinya harus netral dan tidak menjatuhkan legitimasi pemilu di negara itu.
β€œPesan harus menghindari opini tentang keadilan atau integritas proses pemilu, legitimasinya, atau nilai-nilai demokrasi negara yang bersangkutan,” katanya.
Sebelum Trump masuk pemerintahan, selama beberapa dekade ke belakang, Kemlu AS dinilai cukup vokal dalam menyampaikan kritik, terutama kepada pemerintahan negara lain yang otoriter. Namun dengan adanya instruksi ini segala kritik yang keluar nantinya adalah hasil persetujuan dengan Gedung Putih.
Trending Now