Trump Minta Semua Negara Timur Tengah Gabung Perjanjian Abraham

7 Agustus 2025 19:59 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trump Minta Semua Negara Timur Tengah Gabung Perjanjian Abraham
Trump menilai bergabungnya semua negara Timur Tengah dalam Perjanjian Abraham yang menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sangat penting.
kumparanNEWS
Presiden AS Donald Trump menyaksikan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (tidak terlihat dalam foto) setelah pengumuman kesepakatan perdagangan antara AS dan UE di Turnberry, Skotlandia, Inggris, 27 Juli 2025. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyaksikan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (tidak terlihat dalam foto) setelah pengumuman kesepakatan perdagangan antara AS dan UE di Turnberry, Skotlandia, Inggris, 27 Juli 2025. Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Presiden Donald Trump menyatakan negara-negara Timur Tengah harus bergabung dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accords) demi menjamin perdamaian di kawasan itu.
"Dengan persenjataan nuklir yang 'dibuat' Iran telah sepenuhnya DIMUSNAHKAN, penting bagi saya bahwa semua negara Timur Tengah bergabung dalam Perjanjian Abraham," kata Trump dalam unggahannya di media sosial, dikutip dari Reuters, Kamis (7/8).
Perjanjian Abraham muncul di masa jabatan pertama Trump. Ada 3 negara mayoritas Muslim yang setuju menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel setelah dimediasi AS.
Upaya untuk memperluas perjanjian itu saat ini dipersulit dengan meningkatkan jumlah warga yang tewas dan kelaparan di Gaza.
Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed saat melakukan perjanjian damai Israel, UEA, dan Bahrain. Foto: Tom Brenner/REUTERS
Perjanjian Abraham ditandatangani pada 15 September 2020. Lewat perjanjian itu, Israel menormalisasi hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.
Sebelum Israel menyerang Gaza, AS dan Israel berupaya meyakinkan Arab Saudi untuk menandatangani Perjanjian Abraham. Namun, Arab Saudi menolak dan memberikan syarat bahwa Israel harus memberikan jalur yang kredibel menuju negara Palestina.
Saat berpidato di sidang gabungan Kongres pada Maret lalu, Trump menyebut Perjanjian Abraham sebagai pencapaian besar dalam masa jabatan pertamanya dan menegaskan niatnya untuk memperluas kesepakatan tersebut.
Trending Now