Trump Serang Oposisi Saat Ucapkan Selamat Natal, Klaim Ekonomi AS Menguat
25 Desember 2025 17:19 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Trump Serang Oposisi Saat Ucapkan Selamat Natal, Klaim Ekonomi AS Menguat
Trump Serang Oposisi Saat Ucapkan Selamat Natal, Klaim Ekonomi AS MenguatkumparanNEWS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanfaatkan momen Malam Natal untuk melancarkan serangan politik terhadap oposisi, yaitu Demokrat. Dalam pesan Natal yang disampaikannya, Trump menyebut lawan politiknya sebagai โsampah kiri radikalโ.
Pesan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya.
โSelamat Natal untuk semuanya, termasuk sampah kiri radikal yang melakukan segala cara untuk menghancurkan negara kita, tetapi gagal total,โ kata Trump, dilansir AFP, Kamis (25/12).
Dalam unggahan yang sama, Trump juga mengeklaim berbagai capaian pemerintahannya, mulai dari kebijakan perbatasan hingga kondisi ekonomi nasional.
โKami tidak lagi memiliki perbatasan terbuka, pria yang bertanding dalam olahraga perempuan, transgender untuk semua orang, atau penegakan hukum yang lemah,โ ujar Trump.
โYang kami miliki sekarang adalah rekor pasar saham dan dana pensiun 401K, tingkat kejahatan terendah dalam beberapa dekade, tidak ada inflasi, dan kemarin pertumbuhan ekonomi mencapai 4,3 persen, dua poin lebih tinggi dari perkiraan,โ lanjut dia.
Serangan yang dilontarkan Trump terhadap Demokrat ini muncul di tengah kritik oposisi terhadap pemerintahannya, terutama terkait meningkatnya biaya hidup.
Kritik tersebut mencuat sehari setelah Departemen Perdagangan AS merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang mencapai 4,3 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Namun, laporan yang sama juga menunjukkan indeks harga pembelian domestik naik sebesar 3,4 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi 2,0 persen pada kuartal sebelumnya. Data ini memperlihatkan tekanan inflasi masih menjadi perhatian, meski ekonomi tumbuh signifikan.
Selain isu ekonomi, Demokrat sebelumnya juga mengecam Departemen Kehakiman AS karena dinilai lambat dan terlalu banyak menyunting dokumen terkait penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Trump.
