Tukang Terompet Bandung dan Rezeki Musiman Akhir Tahun

31 Desember 2025 16:13 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tukang Terompet Bandung dan Rezeki Musiman Akhir Tahun
"Tahun kemarin mah jam segini alhamdulillah udah ada laku yang lima gitu. Kalau sekarang baru laku satu," kata Oleh si pedagang terompet.
kumparanNEWS
Oleh, penjual terompet di Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (31/12/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Oleh, penjual terompet di Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (31/12/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Terompet warna-warni bergelantungan di trotoar Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, menjelang tahun baru 2026. Di sampingnya, seorang pria mengenakan hoodie sedang merangkai pipa-pipa plastik untuk dijadikan terompet.
Oleh (40 tahun), pria asal Tasikmalaya, memanfaatkan momen pergantian tahun untuk mencari pundi-pundi rupiah.
"Cari momen aja, cuma biasa tiap tahun di sini jualannya. Tahun kemarin juga di sini. Kalau sehari-hari nggak jualan ini," kata Oleh saat berbincang dengan kumparan, Rabu (31/12).
Sehari-hari, Oleh bekerja di bidang reklame. Meskipun demikian, ia tidak pernah absen berjualan terompet sejak 25 tahun terakhir.
"Sehari-harinya profesinya di bidang reklame. Reklame gitu sehari-harinya mah gitu. Cuma ya kalau momen-momen gini emang tiap tahun saya jualan juga gitu. Udah dari tahun 2000, dari remaja," ujar Oleh.
Oleh hanya berjualan setiap tanggal 31 Desember menjelang pergantian tahun. Satu terompet dijual dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 30.000.
Penjualannya paling banyak menghasilkan Rp 600.000. Namun, jumlah tersebut masih berupa penghasilan kotor karena ia harus menyetorkannya kepada bos.
"Saya setor ke bos, kalau bersih paling Rp 150.000 lah gitu," ucap Oleh.
Oleh, penjual terompet di Jalan Asia-Afrika, Bandung, Rabu (31/12/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Oleh menyebut, biasanya pengunjung mulai ramai sekitar pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB. Di jam itulah dagangannya berpeluang lebih banyak terjual.
"Tahun kemarin mah jam segini alhamdulillah udah ada laku yang lima gitu. Kalau sekarang baru laku satu. Ya nggak tau sih kalau malam mah gitu. Nanti kan biasanya ramainya dari jam tiga jam empat gitu sampai malam," ucapnya.
Oleh mengaku kerap kali berhadapan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pada saat ditemui kumparan pun, Oleh ditegur petugas Satpol PP untuk memindahkan dagangannya.
"Udah sering kayak gini, ya namanya juga pedagang kaki lima," kata Oleh.
Trending Now