Tunjangan Dihentikan-Dipangkas, Penghasilan Anggota DPR Kini Rp 65,5 Juta /Bulan
5 September 2025 19:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Tunjangan Dihentikan-Dipangkas, Penghasilan Anggota DPR Kini Rp 65,5 Juta /Bulan
DPR RI menghentikan dan memangkas sejumlah tunjangan dan fasilitas bagi anggotanya. kumparanNEWS

DPR RI menghentikan dan memangkas sejumlah tunjangan dan fasilitas bagi anggotanya. Keputusan itu diambil imbas demo berakhir ricuh pada 25-31 Agustus.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, keputusan ini diambil setelah rapat pimpinan.
โDPR RI akan memangkas tunjangan dan fasilitas anggota DPR setelah evaluasi meliputi biaya langganan. Ada listrik dan biaya jasa telepon, kemudian biaya komunikasi intensif dan biaya tunjangan transportasi,โ kata Dasco dalam konferensi pers di DPR RI, Jumat (5/9).
Dasco mengatakan, tunjangan rumah yang mencapai Rp 50 juta sudah dihentikan.
โDPR RI menyepakati menghentikan pemberian tunjangan perumahan anggota DPR RI terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2025,โ kata dia.
Berdasarkan surat keputusan rapat konsultasi pimpinan DPR dengan pimpinan fraksi-fraksi DPR pada Kamis (4/9), anggota DPR menerima take home pay (THP) sebesar Rp 65,5 juta per bulan.
Penghasilan tersebut terdiri dari gaji pokok, tunjangan melekat, dan tunjangan konstitusional.
Berikut rincian gaji pokok dan tunjangan anggota DPR RI:
Total gaji dan tunjangan melekat: Rp 16.777.680
Tunjangan Konstitusional
Total tunjangan konstitusional: Rp 57.433.000
Dengan begitu, total bruto penghasilan anggota DPR mencapai Rp 74,2 juta. Setelah dipotong pajak penghasilan 15% untuk tunjangan konstitusional sebesar Rp 8,6 juta, take home pay yang diterima adalah Rp 65,5 juta per bulan.
Selain itu, anggota DPR juga berhak atas pensiun setelah selesai menjabat. Besarannya bervariasi, mulai Rp 401 ribu (masa jabatan 1-6 bulan) hingga Rp 3,6 juta per bulan (masa jabatan 2 periode penuh).
