Tyler Robinson Chat Temannya Usai Bunuh Charlie Kirk: Muak dengan Kebenciannya
17 September 2025 8:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Tyler Robinson Chat Temannya Usai Bunuh Charlie Kirk: Muak dengan Kebenciannya
Pada seseorang yang diduga rekan sekamarnya, Tyler Robinson mengaku sudah muak dengan ujaran kebencian yang disampaikan Charlie Kirk. kumparanNEWS

Jaksa Negara Bagian Utah, Jeff Gray, Amerika Serikat (AS) telah merampungkan dakwaan formal bagi Tyler Robinson pelaku penembakan Charlie Kirk, influencer yang juga sekutu dekat Presiden Donald Trump.
Pada konferensi pers tersebut, jaksa Gray mendakwa Robinson dengan pidana berat yakni pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.
Gray juga membacakan sepotong percakapan antara Robinson dan seorang yang diduga kawannya, terkait dengan pembunuhan Kirk.
"Aku dapat kesempatan untuk membunuh Charlie Kirk dan aku akan melakukannya," isi percakapan Robinson dengan kawannya, dikutip dari AFP, Rabu (17/9).
Kawan sekamarnya pun bertanya kepada Robinson kenapa dia membunuh Kirk.
"Aku muak dengan [ujaran] kebenciannya," kata Gray saat membacakan isi percakapan itu.
"Tak semua kebencian bisa dinegosiasikan," kata Gray lagi membaca isi percakapan Robinson dengan kawannya.
Robinson kemudian meminta kawan sekamarnya untuk menghapus percakapan mereka.
Sekilas Tyler Robinson dan Charlie Kirk
Tyler Robinson berasal dari keluarga penganut Mormon dan Republikan di Utah. Sebagai Republikan, keluarga tersebut memegang nilai-nilai konservatif.
Robinson memiliki catatan akademis yang kuat di sekolah menengah, bahkan mencetak skor ujian masuk perguruan tinggi yang menempatkannya di persentil teratas secara nasional.
Robinson mendapatkan beasiswa ke Universitas Negeri Utah (Utah State University) dan kuliah di sana selama satu semester pada tahun 2021. Setelah itu, ia beralih ke sekolah kejuruan, Dixie Technical College, saat ini menjadi mahasiswa tahun ketiga di program magang kelistrikan.
Sedangkan Kirk adalah Republikan pendukung Trump. Dia menyebarkan nilai-nilai konservatif lewat debat di forum terbuka, podcast, dan saluran lainnya. Pendapatnya yang blak-blakan tentang identitas gender, ras, migran, dan pendidikan tak jarang memicu kontroversi.
Bagi pendukungnya, Kirk adalah masa depan konservatisme. Tapi bagi penentangnya, retorika Kirk dianggap ekstrem dan berbahaya.
