Ukraina Sebut Proposal Perdamaian yang Diusulkan AS Menguntungkan Rusia

21 November 2025 16:06 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ukraina Sebut Proposal Perdamaian yang Diusulkan AS Menguntungkan Rusia
Ukraina mengatakan proposal perdamaian yang dibawa AS sangat condong ke Rusia dan sangat menguntungkan Putin.
kumparanNEWS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Umit Bektas/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Umit Bektas/REUTERS
Proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang diusulkan AS dinilai hanya menguntungkan Rusia. Dalam proposal perdamaian itu, Ukraina harus menyerahkan sejumlah wilayahnya ke Rusia dan wajib memangkas ukuran angkatan bersenjatanya.
The Financial Times mengutip sumber yang tidak berkenan diungkap identitasnya mengatakan proposal itu sangat condong ke Rusia dan sangat menguntungkan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sumber dari pejabat Ukraina juga mengatakan kepada The Financial Times bahwa proposal itu sangat sesuai dengan tuntutan Rusia untuk mengakhiri konflik, dan Kiev tidak mungkin melakukan perubahan besar.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump harus tetap efektif untuk mengakhiri perang dengan Rusia yang hampir berlangsung selama 4 tahun.
"Hal utama untuk menghentikan pertumpahan darah dan mencapai perdamaian abadi adalah kita bekerja sama dengan semua mitra kita, dan kepemimpinan Amerika tetap efektif dan kuat," kata Zelensky di Telegram, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (21/11).
Dua sumber yang mengetahui soal pembicaraan antara AS dan Rusia mengatakan, 28 poin proposal perdamaian itu disampaikan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dalam pertemuan dengan Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Rusia Rustem Umerob di Miami, Florida, pekan ini.
Tentara Ukraina menembak jatuh rudal Rusia saat asap mengepul dari kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, Minggu (7/9/2025). Foto: Thomas Peter/REUTERS
Berdasarkan proposal itu, Ukraina wajib menyerahkan sisa wilayah timur Donbas, termasuk wilayah di bawah kendali Kiev, dan memangkas setengah jumlah angkatan bersenjatanya. Reuters yang mengutip sumber juga melaporkan proposal itu mencakup pemangkasan jumlah militer Ukraina.
Dalam kerangka kerja itu, Kiev diwajibkan meninggalkan kategori persenjataan tertentu dan akan mengakibatkan pengurangan bantuan militer AS ke Ukraina.
Salah satu poin yang turut dibahas dalam proposal itu adalah bahasa Rusia akan diakui sebagai bahasa resmi Ukraina. Kemudian, status resmi akan diberikan kepada divisi Ukraina dari Gereja Ortodoks Rusia.
Rusia mengatakan kontak dengan AS terus berlanjut, tapi tidak ada perkembangan terbaru yang akan diumumkan terkait kemungkinan rencana perdamaian untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
Dalam wawancara dengan kantor berita TASS, juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova mengatakan laporan terkait proposal perdamaian harus dinilai berdasarkan komunikasi resmi, bukan narasi media.
"Ada saluran resmi di AS untuk menyelesaikan masalah ini, mendiskusikannya, dan bernegosiasi. Saluran ini harus dimanfaatkan. Kementerian Luar Negeri tidak menerima informasi apa pun dari pihak Amerika dalam konteks ini," kata Zakharova.
Trending Now